Polri beserta Menkopolhukam mengadakan teleconference ke berbagai Kapolda di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pelaksaan pilpres sejauh ini.
Dalam kesempatan itu, Kapolri Jendral Sutarman menyampaikan perkembangan beberapa hal yang terjadi dalam pelaksaanan pilpres.
"Distribusi logistik. Sampai dengan jam ini di Yakuhimo masih belum sampai. Keterlambatan juga dari percetakan di Surabaya. Posisi logistik masih di KPUD Yakuhimo dalam penjagaan anggota Polres Yakuhimo. Masih diupayakan pengiriman oleh KPU, personil Polres apabila memungkinkan," katanya di Rupatama Mabes Polri, Rabu (9/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada jarak 50 m dari lokasi penemuan ada batang pohon yang ditumbangkan. Ini mengganggu lalu lintas. Langsung dilakukan penjinakan Tim Gegana Polda," katanya.
Selanjutnya, ada juga pengerusakan TPS di TPS Teupin Raya, Kecamatan Julok, Kabupetan Aceh Timur. Namun dapat bisa diatasi dan sudah dapat digunakan untuk pemungutan suara.
Sutarman memaparkan, praktek money politic di Kab Banyuwangi dan sudah ditangani dengan modus memberikan insentif kepada 200 ustad guru mengaji. Masing-masing Rp 225 ribu per orang dengan menggunakan amplop. Di dalam amplop tersebut, terdapat jadwal imsakiyah dan poto salah satu capres/cawapres.
"Di Ponorogo, membagikan uang Rp 40 ribu kepada beberapa warga desa Turi Kecamatan Jetis dengan menyarankan memilih capres tertentu. Kabupaten Pati juga sama dengan membagikan amplop berisi uang kepada masyarakat.
Kabupaten Jombang," ujar Sutarman.
Sutarman menjelaskan, dugaan pelanggaran juga terjadi di Cilacap, Jawa Tengah, yaitu penyelanggara tidak netral. Pada tanggal 8 Juli kemarin Bawaslu Jateng dan Panwas Cilacap mengusut ketidaknterakan penyelenggara pemilu. Khususnya TPS Desa Kamulyan Kab. Cilacap.
"Saat membagikan undangan memilih kepada masyarakat, petugas KPPS di TPS Kompkes (sebuah) pondok pesantren mengingatkan untuk memilih calon tertentu. Bawaslu juga mengambil di daerah. Beberapa kejadian sudah ditangani Gakomdu dan bekerja sama dengan kepolisian. Seluruhnya masih aman. Kekuatan kita masih standby di beberapa titik yang telah kita tetapkan. Termasuk pemetaan kerawanan Aceh Papua dan di Jawa.
Sementara itu, Menkopolhukam Joko Suyanto mengatakan, bahwa hingga detik ini pilpres berjalan dengan aman dan damai.
"Merangkum semua kegiatan oleh para Kapolda semuanya. Kita patut berbangga bahwasanya pemilu hingga detik ini masih berjalan aman dan lancar," katanya d tempat yang sama.
Joko Suyanto mengatakan, pilpres yang berlangsung aman ini tak lepas dari peran Kapolda-kapolda dan peserta pemilu.
"Terima kasih dan penghargaan kepada rakyat Indonesia. Saya yakin bahwa semua ini tak terlepas dari peran Kapolda di daerah. Dan juga peran dari para kontestan sehingga semua itu berjalan dengan aman dan detik ini berjalan lancar," katanya.
(fjr/fjr)











































