Prabowo Juga Klaim Menang Pilpres Versi Quick Count

Prabowo Juga Klaim Menang Pilpres Versi Quick Count

- detikNews
Rabu, 09 Jul 2014 15:58 WIB
Prabowo Juga Klaim Menang Pilpres Versi Quick Count
Jakarta -

Prabowo Subianto mengklaim memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 ini. Hal itu disimpulkan dari sejumlah data yang masuk ke tim pemenangan, dan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang menjadi acuan koalisi Merah Putih.

"Kami bersyukur bahwa dari semua keterangan yang masuk, menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 1 kami Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat dukungan dan mandat dari rakyat Indonesia," kata Prabowo saat berpidato di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014). Pidato itu disambut teriakan pendukungnya dan takbir.

Prabowo atas nama koalisi Merah Putih mengucapkan terimakasih atas mandat yang diberikan rakyat. Namun mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu mengaku masih menunggu data survei masuk mencapai 90 persen untuk mendeklarasikan posisi dan sikapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia meminta semua pendukung koalisi Merah Putih dan seluruh rakyat Indonesia menjaga dan mengawal proses penghitungan suara. "Kami minta pada seluruh anggota pendukung koalisi Merah Putih dan seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga dan mengawal perhitungan sehingga perhitungan selesai dan penetapan dari KPU pusat," kata Prabowo.

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud Md, sebelumnya juga mengklaim kemenangan di kubunya. Mahfud mengungkapkan sejumlah lembaga survei pihaknya untuk menguatkan argumennya. Lembaga survei adalah LSN, IRC, JSI, dan Puskaptis.

Terkait pengumuman kemenangan dari kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla juga mengumumkan kemenangan dengan bersandar pada sejumlah lembaga survei. Mereka tidak menyebut lembaga survei yang menjadi acuan. Namun berdasar pantauan detikcom, lembagai survei itu antara lain Litbang Kompas, LSI, SMRC, dan RRI. Mahfud Md menilai hasil survei quick count ini sebagai perang cyber.

"Kami mengganggap ini bagian perang cyber," kata Mahfud di Jl Kertanegara, Jaksel, Rabu (9/7/2014).

Namun statemen perang cyber itu kemudian diralat oleh Sandiaga Uno yang berada di Studio TVOne sebagai 'psywar' atau perang urat syaraf.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads