RS Pasar Rebo Tak Punya TPS Keliling, Pasien Tak Bisa Nyoblos

RS Pasar Rebo Tak Punya TPS Keliling, Pasien Tak Bisa Nyoblos

- detikNews
Rabu, 09 Jul 2014 14:47 WIB
Jakarta - Sejumlah pasien di Rumah Sakit Pasar Rebo terpaksa tidak bisa memberikan hak suara dalam pilpres tahun ini. Hal itu disebabkan karena rumah sakit tersebut tak memiliki TPS keliling untuk pasien yang menjalani rawat inap.

"Sejauh ini untuk di rumah sakit Pasar Rebo tidak ada TPS keliling, memangnya di rumah sakit lain ada ya ?," ujar Humas Rumah Sakit Pasar Rebo, Surya Dedi dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/7/2014),

Melihat pelaksanaan Pileg lalu, Dedi mengatakan di rumah sakit ini tidak tersedia TPS keliling. Peristiwa yang sama terjadi lagi dalam Pilpres ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau untuk perawat tidak ada masalah mereka bisa urus form A5 untuk coblos TPS sekitar sini di Komnas PA. Tetapi ini pasien rumah sakit tidak ada sama sekali," tuturnya.

Menurut Dedi, adanya TPS keliling sudah jadi tanggung jawab penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan kelurahan. Pihak rumah sakit pun tidak perlu melakukan permohonan.

"Saya kita tidak perlu permohonan, seharusnya KPU sebagai penyelenggara pemilu sudah berpengalaman jadi bisa mengerti sehingga ada peran aktif dari KPU," ungkapnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno yang sempat menyaksikan perhitungan perolehan suara di TPS khusus Rutan Polda Metro Jaya mengatakan, tidak semua tahanan bisa memilih.

"Karena ada yang tidak terdaftar di DPT," ujar Kapolda kepada wartawan.

Sebelum meninjau TPS Khusus di Rutan Polda Metro Jaya, Kapolda bersama Kapolri Jenderal Sutarman sudah mengunjungi sejumlah TPS di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kelapa Gading dan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, total surat suara yang terdaftar di DPT Kelurahan Senayan yang saat ini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya ada 499 surat suara.

"Namun hanya 416 pemilih di Rutan Polda Metro Jaya yang menyalurkan hak pilihnya," ucap Rikwanto.

Rikwanto mengungkapkan, ada 83 pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Alasannya ada yang sakit dan 79 orang sudah tahap 2 ke kejaksaan.

"Serta ada 3 orang yang dia tidak menggunakan hak pilihnya. Sudah dipanggil untuk nyoblos tapi tidak mau keluar (dari tahanan-red)," pungkasnya.

(edo/gah)


Berita Terkait