Data Korban Versi Depsos: 4732 Tewas

Data Korban Versi Depsos: 4732 Tewas

- detikNews
Selasa, 28 Des 2004 07:43 WIB
Jakarta - Data terakhir Departeman Sosial menunjukkan 4.732 orang tewas akibat gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara. Sebagian besar korban berasal dari Banda Aceh. Sedangkan informasi dari Aceh Barat, daerah pesisir pantai Samudera Hindia tidak dapat diperoleh."Jumlahnya nambah menjadi 4.732 jiwa yang meninggal. Ini data terakhir hingga pukul 16.00 WIB kemarin," kata Sekjen Departemen Sosial (Depsos) Ruchadi saat dihubungi detikcom Selasa (28/12/2004) pagi. Dijelaskan dia, ada sebanyak 4.732 jiwa korban yang meninggal. Rinciannya korban tewas di NAD, yakni kota Banda Aceh 3.000 orang, Aceh Timur ada 31 orang tewas. Selanjutnya, di Lhokseumawe ada 157 orang. Kabupaten Bireuen 191 orang, Kabupaten Pidie ada 167 orang. Kabupaten Aceh Utara ada 852 orang tewas, 367 orang dinyatakan hilang. Sementara di Sabang, dilaporkan korban tewas mencapai 20 orang. Sedangkan di Aceh Barat, Meulaboh hingga kini depsos belum memperoleh data. "Data dari Meulaboh belum masuk. Kami belum mampu menembus Meulaboh sehingga pagi ini belum ada datanya. Padahal dari tempat lainnya ada," jelas Ruchadi. Sedangkan di provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Nias tercatat 73 orang tewas, ditambah di Desa Sirombu ada 11 orang tewas, Desa Lasaratonga tercatat 8 orang tewas, Desa Cibarisi ada 30 orang tewas. Sedangkan di Kecamatan Mandrene, dari 6 Desa yang dilaporkan sekitar 108 orang dinyatakan tewas dan hilang. Depsos mengeluhkan sulitnya sarana transportasi untuk memberikan bantuan utama bagi korban gempa dan para pengungsi. Seharusnya, sejumlah bantuan utama seperti makanan, pakaian, minuman dan obat-obatan diprioritaskan untuk diidstribusikan. Namun sarana transportasi yang terbatas menyulitkan pengiriman bantuan. "Mudah-maudahan masalah transportasi bisa teratasi dengan kedatangan presiden SBY untuk mengomandani upaya penanggulangan gempa langsung dari lokasi bencana. Sedangkan wakil presiden memimpin operasi bantuan, semua barang 1 pintu dari Medan," demikian Ruchadi. (dni/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads