Dalam deklarasi ini hadir Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy, Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar dan Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf.
"Ini mengokohkan kami dalam komitmen kebersamaan dan berkelanjutan. Ini bukan semata-mata sengaja dekat Pilpres. Tapi, kami mencari waktu yang pas dan bersejarah," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Selasa (8/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insya Alllah dalam keadaan apapun. Di luar atau dalam pemerintahan kami siap kompak. Anda sudah dengar komitmen Golkar," ujar mantan Presiden PKS itu.
Adapun Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy menegaskan ada beberapa hal yang akan dijalankan seperti mendukung Lembaga Perwakilan yang kuat pasca disahkannya UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Selain itu, ada pula mendukung pemerintahan yang demokratis dan konstitusional. Tjatur juga yakin dengan penguatan serta independensi yudikatif dalam penegakan hukum yang kuat, independen, dan bebas dari korupsi.
Dalam langkah ini, Koalisi Permanen menurut dia juga menegaskan akan tegas kepada setiap anggotanya terkait penegakan hukum. "Kami juga menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, mendorong agenda percepatan pembangunan infrastruktur nasional, mendorong agenda peningkatan kualitas manusia Indonesia, serta mendorong agenda pembangunan desa dan kerakyatan," sebut politikus yang juga Ketua DPP PAN ini.
Lanjutnya, Tjatur menegaskan kalau komitmen Koalisi Permanen ini tidak terlepas pula dari seluruh program yang dilaksanakan oleh pemerintah sekarang. Dia pun menepis adanya persamaan antara Koalisi Permanen dengan Koalisi Setgab.
"Enggak. Di sini kami mendukung prinsip change and continuity (perubahan dan berkelanjutan), bahwa apa yang belum baik akan diperbaiki. Yang sudah baik akan didukung dan diteruskan," sebutnya.
(hat/vid)










































