"Apa yang disampaikan Tantowi bahwa pilpres diprediksi rusuh sehingga banyak masyarakat Tionghoa ke Singapura sangatlah disesalkan," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Hasto Kristiyanto, dalam siaran pers, Selasa (8/7/2014).
Menurut Hasto, Tanwowi harusnya sadar bahwa pernyataannya yang mengatakan bahwa sudah banyak temannya yang kabur sementara ke Singapura karena takut terjadi kerusuhan hanyalah pernyataan mengada-ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi sendiri, lanjut Hasto, telah memastikan bahwa pemilu presiden akan berjalan aman. Pengalamannya bersama rakyat membawa keyakinan bahwa persoalan bangsa ini justru berada di elite yang terlalu mengejar kekuasaan.
"Kita kawal pemilu agar lebih demokratis dan bebas dari kecurangan," ungkapnya.
Harus juga diingat, kata dia, bahwa Presiden RI itu memiliki kekuasaan penuh untuk memastikan pemilu berjalan aman. Jadi, jangan kacaukan pemilu dengan berbagai pernyataan yang tidak perlu.
"Kita berikan kepercayaan sepenuhnya pada aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap mereka yang berpotensi menganggu keamanan," pungkasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya menyebut etnis keturunan Tionghoa banyak yang hijrah sementara ke Singapura karena takut terjadi kerusuhan di Pemilu Presiden, Rabu besok.
Hal ini diungkapkan Wakil Sekjen Golkar tersebut berdasarkan fakta rekan-rekannya yang sudah ke Singapura, sejak akhir pekan lalu. Bahkan, sebagian dari mereka menurut Tantowi menggunakan hak pilihnya di Singapura.
"Sudah banyak teman-teman saya yang kabur sementara. Takut kan mereka khususnya di Pilpres ini kalau rusuh. Ancaman adanya prediksi kerusuhan. Jadi, mereka ada yang juga menggunakan hak pilihnya di luar negeri," kata Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Selasa (8/7/2014).
(van/erd)










































