Ketua Majelis Pembina MP3I KH Salahudin Wahid (Gus Solah) mengatakan, mewakili 28 ribu pengasuh Ponpes se Indonesia, MP3I memilih tidak mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 maupun nomor urut 2. Pihaknya mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk elit politik untuk tetap menjaga kerukunan selama maupun setelah Pilpres.
"Kami mengajak semua pihak menjaga keadaan bangsa yang akhir-akhir ini mengalami gonjang ganjing mulut yang luar biasa. Tidak perlu ribut, tidak perlu saling menjelekkan. Keempat orang (capres dan cawapres) ini adalah putra-putra bangsa yang terpilih untuk menjadi calon pemimpin nasional," kata Gus Solah usai acara pernyataan sikap MP3I di Ponpes Tebu Ireng Jombang, Selasa (8/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait ancaman keamanan pasca keluarnya hasil Pilpres, saya yakin enggak ada, dan panglima TNI serta presiden sudah mengatakan TNI akan netral. Saya yakin presiden tidak main-main dengan pernyataan itu," ucapnya.
Sementara Ketua MP3I, KH Zaim Ahmad Ma'shum pada kesempatan yang sama mengingatkan seluruh pimpinan partai politik agar berjiwa besar untuk menerima hasil Pilpres.
"Siapapun yang terpilih jadi presiden, yang menang adalah bangsa Indonesia. Marilah sama-sama bahu membahu membangun bangsa sesuai amanat para pendiri bangsa ini," kata pengasuh pondok pesantren Al Hidayah, Lasem, Rembang, Jawa Tengah.
Pernyataan sikap MP3I itu dibacakan di depan sejumlah pengasuh pesantren yang hadir di Tebuireng. Meski tak banyak yang hadir, pernyataan sikap ini diklaim mewakili aspirasi pengasuh-pengasuh dari 28 ribu pesantren se Indonesia
(ndr/ndr)











































