Sempat Ricuh, Eksekusi Gedung BRI II Dikawal Ratusan Polisi Bersenjata Api

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 17:50 WIB
Jakarta - Eksekusi gedung Bank Rakyat Indonesia (BRI) II di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, sore tadi berlangsung ricuh. Proses eksekusi yang dilaksanakan oleh juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini dikawal oleh ratusan aparat kepolisian bersenjata.

"Adanya pelaksanaan eksekusi dari jam 15.00 WIB sampai dengan 15.45 WIB, terhadap gedung BRI II yang sebelumnya pengelolaannya dilaksanakan oleh PT MULIA, diambil alih oleh BRI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (8/7/2014).

"Eksekusi terkendali dan kondusif," imbuhnya.

Eksekusi dilakukan berdasarkan surat perintah eksekusi PN Pusat, pada tanggal 7 Juli 2014 bernomor 027/2014 Eks Jo 157/PDT.G/2010PN-Jakpus Jo nomor 203/PDT/2011/PT.DKI Jo Nomor : 268K/PDT/2012Jo Nomor 247 PK/PDT/2013.

"Tentang perintah eksekusi terhadap PT MULIA PERSADA PASIFIC sebagai termohon eksekus atau tergugat," imbuhnya.

Pantauan detikcom di lokasi, pukul 17.30 WIB, ratusan polisi masih berjaga di lokasi. Petugas polisi dari Sabhara dipersenjatai senjata api laras panjang dan gas air mata.

Sementara puluhan petugas satpam gedung tersebut berjejer berbaris di depan gedung BRI II dengan penjagaan dari aparat kepolisian. Sedangkan puluhan karyawan masih bertahan di lobi gedung tersebut.

Belasan motor Unit Patmor tampak berjejer di halaman gedung BRI II. Dua unit bus polisi serta satu unit truk disiagakan di depan gedung BRI II.

Seorang karyawan di gedung BRI, mengatakan, eksekusi tersebut sempat diwarnai kericuhan. Tergugat tidak terima atas putusan eksekusi tersebut.

"Sempat dorong-dorongan dengan petugas, tetapi tidak lama. Kita disuruh keluar gedung oleh petugas," ujar seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya.

(mei/ndr)