Alvin Lie: Statemen Warga Tionghoa Eksodus ke LN Memperkeruh Suasana!

Alvin Lie: Statemen Warga Tionghoa Eksodus ke LN Memperkeruh Suasana!

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 17:50 WIB
Alvin Lie: Statemen Warga Tionghoa Eksodus ke LN Memperkeruh Suasana!
Jakarta - Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya, menyebut etnis keturunan Tionghoa banyak yang hijrah sementara ke Singapura karena takut terjadi kerusuhan saat Pilpres. Pernyataan ini dianggap memperkeruh suasana.

"Isu itu sudah sekitar 2 pekan beredar. Saya cek dengan teman-teman yang berprofesi sebagai travel agents. Mereka menyatakan benar ada lonjakan penjualan tiket ke LN. Tapi mereka juga menyatakan lonjakan masih dalam taraf wajar, bahkan dibawah level tahun lalu," kata politikus yang juga pengusaha, Alvin Lie, kepada detikcom, Selasa (8/7/2014).

Namun melonjaknya penerbangan ke LN bukan karena takut kisruh Pilpres. Namun karena bertepatan dengan liburan sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenaikan penjualan musiman ini bertepatan dengan liburan sekolah. Juga dalam rangka Idul Fitri.
Jadi, stetemen tentang warga Tionghoa eksodus ke LN itu tidak akurat dan bertendesi membuat keruh suasana," kata Alvin yang juga elite Partai Amanat Nasional ini.

"Bagaimana warga Tionghoa kabur ke LN dan tinggal di hotel? Sedangkan mata pencaharian mereka di sini? Sedangkan yang kaya tidak perlu tinggal di hotel. Mereka sudah punya rumah/ apartemen sendiri," kata Alvin.

Alvin menyayangkan Tantowi Yahya yang juga anggota Komisi I DPR melempar statemen tersebut. Seharusnya semua pihak menjaga agar masyarakat tetap tenang menghadapi Pilpres.

"Saya sangat menyayangkan anggota DPR dan public figure seperti Tantowi Yahya kok malah menyebar isu yang tidak akurat dan justru memicu keresahan publik," pungkasnya.

Sebekumnya, Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya menyebut etnis keturunan Tionghoa banyak yang hijrah sementara ke Singapura karena takut terjadi kerusuhan di Pemilu Presiden, Rabu besok.

Hal ini diungkapkan Wakil Sekjen Golkar tersebut berdasarkan fakta rekan-rekannya yang sudah ke Singapura, sejak akhir pekan lalu. Bahkan, sebagian dari mereka menurut Tantowi menggunakan hak pilihnya di Singapura.

"Sudah banyak teman-teman saya yang kabur sementara. Takut kan mereka khususnya di Pilpres ini kalau rusuh. Ancaman adanya prediksi kerusuhan. Jadi, mereka ada yang juga menggunakan hak pilihnya di luar negeri," kata Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Selasa (8/7/2014).

Tantowi yang juga Anggota Komisi I DPR itu menilai kalau kalangan Tionghoa masih trauma dengan kerusuhan Mei 1998. Apalagi ditambah dengan pernyataan Jusuf Kalla yang menyebut kalau pihaknya kalah itu karena dicurangi. Pernyataan ini seolah-olah memberikan anggapan kalau Prabowo menang adalah hasil kecurangan.

"Ada statement kita hanya bisa dikalahkan dengan kecurangan, itu kan mengerikan. Ini kan cuma dua calon berarti kalau Prabowo menang ya curang, terus bagaimana? Jadi, saya rasa itu adalah salah satu kekhawatiran yang wajar terutama mereka masih dihantui trauma 1998," sebut Wakil Sekjen Golkar itu.

(van/nrl)


Berita Terkait