"Nggak lah (konspirasi). Perubahan-perubahan ini kan sesuatu yang sah dalam Undang-undang. PDIP juga punya kesempatan untuk mencalonkan. Cuma PDIP inginnya otomatis," kata anggota DPR sekaligus Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7/2014).
Revisi ini bertujuan agar pemilihan anggota DPR tidak otomatis diperoleh partai pemenang Pemilu, dalam hal ini sekarang PDIP, melainkan ditentukan berdasarkan pemilihan oleh anggota DPR. Muzani menyatakan cara pemilihan non otomatis itu merupakan tradisi yang lebih tua dibanding pemilihan otomatis yang baru dipraktikkan pada 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani menekankan bahwa sistem pemilihan seperti ini juga sudah dilakukan MPR. Maka DPR juga harus meneladaninya. Dengan cara pemilihan, maka anggota DPR menjadi punya ikatan emosional terhadap Ketua DPR-nya.
"MPR itu dipilih. DPR harusnya begitu juga," kata Muzani.
Menurut Muzani, pembahasan revisi UU MD3 ini bukanlah upaya diskriminatif Gerindra dan partai koalisinya untuk menjegal PDIP jelang Pilpres 2014 ini. "Dihubung-hubungkan bisa, tapi tidak berhubungan," katanya.
Revisi UU MD3 dinyatakan Muzani merupakan hasil penyerapan aspirasi. Ini semua diupayakan agar DPR menjadi lebih baik.
(dnu/imk)











































