Rieke Diah Pitaloka mewakili Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk menyampaikan pendapat. Menurut Rieke RUU MD3 adalah potret buram. Pasalnya, demokrasi yang seharusnya dipegang rakyat namun saat ini dijadikan kepentingan politik sejumlah pihak.
Hal ini mengecewakan karena revisi UU MD3 dilakukan saat Indonesia tengah disorot media internasional terkait pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat menyampaikan pendapat tersebut, Rieke justru disoraki oleh sejumlah anggota DPR yang mendukung revisi UU MD3. Mendapat respon sorakan, Rieke pun menegaskan kalau dirinya punya hak untuk berbicara.
"Saya punya hak berbicara, saya punya hak," kata Rieke. Sebelumnya perlakuan yang sama juga dialami oleh rekan satu partai Rieke, Eva Kusuma Sundari.
Merasa tidak cocok dengan suasana sidang, Rieke pun melakukan aksi walk out. "Walk out gue," ujar Rieke saat keluar dari ruang Sidang Paripurna, DPR, Senayan.
Hingga kini rapat paripurna membahas RUU MD3 masih terus berlangsung. Setiap anggota fraksi diperkenankan untuk menyampaikan pendapat.
(hat/erd)











































