2 Kuli Bangunan Tewas Diduga Akibat Minum Keras Oplosan di Pulogadung

ADVERTISEMENT

2 Kuli Bangunan Tewas Diduga Akibat Minum Keras Oplosan di Pulogadung

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 15:36 WIB
Jakarta - "Opo ora eman duite, gawe tuku banyu setan" siapa tak kenal lirik yang menjadi fenomenal beberapa bulan terakhir ini. Setidaknya lagu itu dapat menjadi pelajaran, agar tidak bernasib seperti Rofik (23) dan Parwi (29) kuli bangunan asal Rembang.

Kedua pria asal Jawa Tengah itu diduga tewas usai menenggak minuman oplosan di tempat kerjanya di Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung Jakarta Timur.

"Kronologisnya bagaimana saya nggak tahu, tapi hari minggu siang itu mereka berlima minum-minum di pojok lantai 2," ujar Bambang salah satu pekerja kuli bangunan saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (8/7/2014).

Bambang mengaku tak kenal dengan kelima rekan yang menenggak minum olposan. Meski bekerja dalam satu proyek mereka berbeda divisi.

"Korban itu baru seminggu kerja disini, dia memang sering sama teman-temennya masuk seperti itu. Kebetulan beda mandor dengan saya jadi tidak kenal," ujar pekerja yang bertugas memasang rangka bangunan.

Menurutnya usai meminum miras oplosan itu. Kelima tetap melakukan aktivitas normal di hari selanjutnya.

"Mereka nggak ada keluhan apa-apa. Dini hari tadi pas mau sahur salah satu temennya panik tanya puskemas terdekat, ya saya tunjukin ada deket. kantor kelurahan situ. Tadi pagi saya denger ada yang meninggal satu orang," tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Pulogadung, Kompol M. Nashir membenarkan informasi itu. Korban diketahui pekerja bangunan di rumah mewah.

"Saksi satu orang sudah diperiksa dia yang mengantarkan korban ke rumah sakit," kata Nashir.

Korban meninggal diketahui dua orang, sementara dua lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit. Meski begitu pihak belum berani menyimpulkan penyebab kematian korban.

"Jenazah dibawah RSCM untuk diketahui penyebab kematian apakah karena miras opolosan atau penyebab lain, kita masih tunggu pihak keluarga untuk meminta izin autopsi," ungkapnya.

(edo/ndr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT