Empat orang perwakilan SMAN 3 Jakarta penuhi panggilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Mereka datang untuk memberi klarifikasi terkait kasus meninggalnya dua orang siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam.
Tiga orang perwakilan dari SMAN 3 datang ke KPAI di JalanTeuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 13.45 WIB, pada Selasa (8/7/2014). Mereka datang menggunakan taksi.
Sempat tidak mengaku sebagai perwakilan dari sekolah, belakangan diketahui salah seorang di antaranya adalah Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta, Ni Ketut Diah Chaerani, yang mengenakan baju batik merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebenarnya karena memiliki mandat untuk menerima pengaduan, dalam posisi untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA 3," kata Susanto, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan.
Wakil ketua KPAI, Budiarto, kepada wartawan berharap bahwa kejadian ini menjadi peristiwa yang terakhir.
"Kita akan membuat konstruksi sampai sejauh mana peristiwa di ujung kita tarik ke belakang untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," jelasnya.
Atas permintaan Kepala Sekolah SMA 3, pertemuan diadakan tertutup.
(rni/nwk)











































