Sindir Capres, MUI: Politik Uang Sama dengan Suap, Haram dan Dilaknat Allah!

Sindir Capres, MUI: Politik Uang Sama dengan Suap, Haram dan Dilaknat Allah!

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 13:55 WIB
Sindir Capres, MUI: Politik Uang Sama dengan Suap, Haram dan Dilaknat Allah!
Jakarta -

Adanya salah satu calon presiden yang mempersilakan warga untuk menerima pemberian uang menjelang pencoblosan dan tetap memilih capres tersebut mendapat sorotan negatif.

Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Slamet Effendy Yusuf menilai pemberian uang untuk membeli suara adalah tindakan yang salah dilihat dari kacamata apa pun. “Dari sudut pendidikan politik hal itu keliru,” kata Slamet menegaskan kepada detikcom, Selasa (8/7/2014).

Slamet menekankan, dengan uang rakyat tidak memilih berdasarkan pertimbangan hati nurani tapi pertimbangan uang. Nantinya, lanjut Slamet, suara rakyat tidak mencerminkan aspirasi rakyat tetapi cermin jual beli yang mengaburkan makna hakiki demokrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun dari sudut agama, Slamet yang menjabat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menegaskan pemberian uang semacam itu adalah suap. Hukumnya haram. “Di dalam hadits disebutkan pemberi maupun penerima suap dilaknati Allah SWT,” ujar Slamet mengingatkan.

Jadi, dia menyerukan rakyat Indonesia untuk menolak praktik politik uang. Para capres/cawapres serta timsesnya juga diminta tidak melakukan politik uang. “Perbuatan ini buruk bagi pembangunan demokrasi yang sehat dan jujur di negara kita,” kata mantan anggota DPR/MPR ini.

(brn/van)


Berita Terkait