Kota Meulaboh Terisolasi
Selasa, 28 Des 2004 04:33 WIB
Jakarta - Mengerikan. Bencana alam gempa dan gelombang pasang tsunami yang menimpa masyarakat Aceh dan Sumatra Utara sangat memprihatinkan. Hingga hari ke-2 pasca gempa, Minggu (26/12/2004), Kota Meulaboh terisolasi. Meulaboh yang terletak sekitar 250 kilometer dari Kota Banda Aceh, adalah sebuah kota pesisir pantai Samudra Hindia. Sejak gempa dan tsunami yang menghantam wilayah Aceh, hingga kini pihak satgas dan aparat kesulitan untuk menjangkau daerah tersebut. Bahkan landasan pacu Bandara Cut Nyak Dhien terbelah. Sehingga pesawat Medan-Meulaboh tidak bisa mendarat. Bahkan ruang tunggu bandara rusak berat. Demikian diungkapkan pendengar radio Elshinta, Ibu Heri, berdasarkan informasi dari suami ibu Heri yang tengah berada di Meulaboh. Ibu Heri menjelaskan bahwa hampir semua bangunan yang berada sekitar 3 kilometer dari pesisir pantai hancur tersapu gelombang tsunami. Bisa dipastikan, menurut kesaksian suaminya, rumah-rumah penduduk yang bekerja sebagai nelayan yang terletak di pesisir pantai hancur berat.Rumah penduduk yang rata-rata terbuat dari papan, nyaris rata dengan tanah. Bahkan ibu Heri menggambarkan, sepanjang jalan sekitar 18 kilometer dari Bandara menuju jalan lintas Sumatra Medan-Meulaboh-Banda Aceh, rata dengan tanah."Meulaboh seperti kiamat. Banyak mayat yang bergelimpangan di jalan-jalan sampai sekarang belum dievakuasi. Mayat-mayat itu bergelimpangan di jalan gak ada yang ngurus. Sepanjang jalan tidak ada satu rumah pun yang berdiri. Semua penduduk rata, tiang listrik bertumbangan," ujar Ibu Heri. Selain itu, bangunan berlantai 2 atau lebih yang terbuat dari beton, pada umumnya mangalami kerusakan di lantai dasar akibat tidak kuasa menahan hempasan gelombang tsunami. Ibu Heri mengaku tidak mengetahui jumlah pasti korban yang tewas di Meulaboh.Tetapi diperkirakan ada sekitar 500 mayat yang tergeletak di sepanjang jalan belum di evakuasi. Ibu Heri yang kini tengah berada di Medan Sumatra Utara berdasarkan informasi dari suaminya yang tengah berada di Meulaboh yang bisa terhubung melalui telepon satelit. Suaminya mengatakan bahwa hingga kini sambungan telepon baik seluler maupun jaringan telepon belum tersambung. Begitu pun dengan jaringan PLN rusak berat. Di Meulaboh, hampir dipastikan sejumlah bangunan seperti hotel dan pertokoan di sekitar jalan nasional, seputar BRI, tempat tinggal Danrem rata dengan tanah. Begitu juga di daerah Padang Sirait. Bahkan jalan penghubung tidak bisa dilalui dengan sepeda motor, karena jalan tertutup oleh reruntuhan. Namun untuk warga yang terletak di daerah perumahan asrama kodim dapat tertolong. Juga kondisi RS Umum Meulaboh selamat. Sementara para pengungsi yang selamat ditampung di sejumlah tempat seperti di RS Cut Nyak Dhien, Kompilapan dan Asrama Kodim. Namun kondisi mereka memprihatinkan karena terisolasi dan kelaparan.
(dni/)











































