Palang Merah Internasional Catat Korban Gempa 23.700 Jiwa
Selasa, 28 Des 2004 03:05 WIB
Jakarta -
Korban tewas akibat gempa gelombang tsunami dasyat yang menghantam 9 negara di kawasan Asia terus menanjak. Palang Merah Internasional mencatat sedikitnya 23.700 jiwa dinyatakan tewas. Korban jiwa tersebut dipastikan akan semakin menanjak, terlebih, hingga kini, ribuan warga masih dinyatakan hilang. Korban terbanyak didera Negara Srilangka. Sementara di India, ratusan anak-anak dikuburkan secara massal akibat bencana alam yang menimpa Minggu (26/12/2004). Negara Somalia mencatat ratusan warganya ikut menjadi korban, walaupun 'hanya' terletak 3000 mil dari pusat gempa yang mengantarkan gelombang dasyat tsunami di Samudra Hindia. Palang Merah Internasional juga memperingatkan semua negara agar berhati-hati terhadap serangan lainnya pasca gempa dan tsunami, yaitu penyakit malaria dan kolera. Wakil Sekjen PBB urusan kemanusiaan, Jan Egeland, mengatakan jutaan manusia terinfesi akibat hilangnya rumah mereka, polusi akibat sulitnya memperoleh air minum bersih, sanitasi yang hancur, dimana kerusakan diatas diperkirakan mencapai milyaran dollar. Kantor berita AP melaporkan, dari bandar udara Phuket, Thailand, terjadi sejumlah keributan akibat ratusan turis yang tengah berlibur, berbondong-bondong mencoba kembali ke negaranya masing-masing. Sri Langka mencatat lebih dari 10.000 orang tewas. Kaum pemberontakan Tamil mengatakan sedikitnya 2000 orang tewas dalam wilayah kekuasaannya. Sehingga di korban tewas Sri Langka mencapai lebih dari 12.000 orang. Di Indonesia, korban tewas sedikitnya 4.725 orang. Di Thailand, ratusan orang tewas, ribuan orang dinyatakan hilang. Maladewa 43 orang. India 4.000 orang, sementara palang merah menyebutkan sedikitnya 6000 orang tewas di India. Malaysia 53 orang. Juga ada korban dari Burma dan Bangladesh.
(dni/)










































