Kopassus: Netral Tak Bisa Ditawar, yang Melanggar akan Diberi Sanksi!

Jelang Pilpres

Kopassus: Netral Tak Bisa Ditawar, yang Melanggar akan Diberi Sanksi!

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 12:43 WIB
Kopassus: Netral Tak Bisa Ditawar, yang Melanggar akan Diberi Sanksi!
(Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menegaskan kembali kenetralannya dalam pengamanan Pilpres 2014. Netralitas prajurit Kopassus tidak bisa ditawar. Korps baret merah itu juga tak segan memberi sanksi bila ada prajurit yang melanggar netralitas.

"Kopassus merasa perlu menyampaikan kebenaran terkait beberapa berita tentang tuduhan bahwa Kopassus di bawah pimpinan Danjen Mayjen TNI Agus Sutomo tidak netral," tutur Kepala Penerangan Kopassus Letkol Infanteri JO Sembiring yang akrab disapa Jo dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (8/7/2014).

Berikut pernyataan Kopassus:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Bagi prajurit Kopassus, netralitas TNI tidak bisa ditawar lagi. Kopassus sebagai bagian integral dari TNI mengikuti kebijakan Panglima TNI maupun KSAD menjunjung tinggi dan menegakkan netralitas TNI. Dan jika ada prajurit yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya.

2. Kopassus saat ini sedang fokus pada peningkatan profesionalisme keprajuritan, berkonsentrasi untuk membina dan meningkatkannya. Danjen Kopassus sudah menekankan berulang-ulang, dia melakukan pengawasan pada prajuritnya dan menjamin prajurit tidak memihak pada salah satu kontestan dan timses salah satu kandidat serta tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis, baik perorangan maupun institusi. Kopassus aset negara yang berasal dari rakyat Indonesia karena Kopassus adalah senjata negara.

3. Danjen Kopassus sangat berterima kasih serta mengapresiasi kepada warga masyarakat yang masih mencintai Kopassus dan tidak ingin isntitusi Kopassus tercela oleh oknum prajurit yang menyimpang. Sehingga Danjen Kopassus mengimbau pada masyarakat jika ada mengetahui oknum prajurit yang terlibat politik yang tidak netral bisa langsung konfirmasi pada kesatuan, dan ini akan ditindaklanjuti.

"Apabila ada informasi yang belum jelas kebenarannya diharapkan jangan dianalisa dan diambil kesimpulan sendiri karena analisa yang dibuat tanpa ada fakta adalah kebohongan semata. Kita tidak ingin bermusuhan dengan siapa pun," imbau Jo.

Mengenai isu yang disebar jurnalis asing, Jo meminta warga tidak menanggapi terlalu jauh.

"Kan kita nggak perlu menanggapi terlalu jauh tulisannya karena kerap berisi kebohonan publik. Kapuspen TNI beberapa waktu lalu menegaskan isinya bahwa itu tidak benar. Danjen Kopassus ajak seluruh komponen bangsa Indonesia harus mewaspadai isu-isu yang dilontarkan pihak-pihak tertentu yang bertujuan menghancurkan pilar bangsa dan negara bahkan persatuan negara. Kita bagian dari elemen bangsa kita, harus siap jaga keutuhan dan kedaulatan, Danjen dan Panglima TNI menekankan 3 poin netralitas, tegas dan profesional," tegas Jo.

(nwk/nrl)


Berita Terkait