Jika melintas di ruas jalan ini sekarang, maka terlihat kawasan Sudirman dan Thamrin acak-acakan. Bekas-bekas proyek dan juga penyempitan jalan terjadi di jantung Ibukota itu. Penampakan kurang sedap saat ini untuk membayar fasilitas futuristik di kedua jalan itu di masa depan.
Berikut ini adalah transformasi di jalan yang membelah segitiga emas ini:
Pembangunan Gerbang ERP
|
|
Gerbang ERP sudah dipasang di jalur lambat Jl Sudirman pada Jumat (4/7/2014) lalu. Rencananya gerbang ini akan segera diuji coba. Gerbang ERP ini akan terintegrasi dengan On Board Unit (OBU) yang dipasang di mobil. OBU ini nantinya akan dipasang di kaca depan mobil, kemudian saat mobil-mobil ini melintas di gate ERP maka saldo prabayar yang ada di OBU ini akan langsung terpotong.
Gate ini dilengkapi dengan kamera untuk meng-capture nomor polisi mobil-mobil yang melanggar sistem ERP. Dishub kemudian mengirimkan data kendaraan tersebut kepada pihak kepolisian. Polisi lalu akan mengirimkan surat tilang ke alamat pemilik kendaraan. Jika pemilik kendaraan itu tidak datang bayar denda maka akan dicegat waktu perpanjangan STNK. Tarif paling mahal untuk lewat di jalan yang dipasangi ERP diwacanakan mencapai Rp 30 ribu.
Halte Busway HI yang Dibongkar Demi Proyek MRT
|
|
Saat pembongkaran halte ini sudah ditutup dengan papan-papan yang dipasangi spanduk putih. Selain itu juga ada spanduk bertuliskan 'Mohon Maaf Ada Pengerjaan Proyek MRT' di depan halte itu.
Selain Halte HI, halte busway Karet dan Setiabudi akan dibongkar tapi JPO-nya tetap. Keduanya akan digabung menjadi 1 halte baru yang terletak di antara kedua halte itu. Halte busway Polda Metro Jaya dan halte Bundaran Senayan juga mengalami pergeseran lokasi. Pergeseran halte tidak jauh letaknya dari kedua halte. Pembangunan halte baru oleh kontraktor MRT itu telah selesai dan diserahkan kembali pemanfaatannya ke Pemprov DKI Jakarta.
JPO Bundaran HI Digeser ke Depan Plaza Indonesia
|
ilustrasi
|
Pembongkaran ini akan dilakukan pada 30 Juni 2014 hingga 4 Juli 2014. Lokasi tersebut akan dibangun stasiun MRT Bundaran HI. "Untuk menyediakan akses pejalan kaki yang hendak menyeberangi Jl MH Thamrin akan dibangun JPO sementara di sekitar lokasi itu," kata Kadishub DKI Jakarta M Akbar dalam rilisnya, Jumat (27/6/2014).
Selain JPO, pembangunan MRT juga harus membuat pohon di jalur MRT antara lain di kawasan Jl Sudirman ditebang. Selain itu jalur hijau di kawasan itu harus dikupas. Pengupasan jalur hijau ini dilakukan di ruas Jl Sisingamangaraja mulai Jumat (6/12/2014). Pengupasan jalur hijau ini untuk menggantikan jalur lalu lintas kendaraan pada saat nanti dilakukan proses konstruksi fisik di median jalan dan di trotoar jalan.
|
Bangku Taman di Jl Sudirman-Thamrin
|
Proyek MRT juga membuat trotoar di jalan yang awalnya 6 meter dipangkas menjadi tinggal 1,5 meter.
"Dampak dari pekerjaan ini adalah berkurangnya lebar trotoar bagi pejalan kaki sekitar 4,5 meter. Kami meminta maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh pekerjaan tersebut," kata M.Nasyir, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, dalam konferensi pers di Ratu Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (28/5/2014).
Dia menuturkan, nantinya ada empat titik yang dipangkas trotoarnya, masing-masing sepanjang 380 meter. Empat titik dimaksud yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, dan Setiabudi. "Yang akan kita mulai nanti dari halte Senayan, selanjutnya secara bertahap di tiga titik berikutnya," jelasnya.
Kondisi itu akan bertahan selama pembangunan stasiun MRT, yakni sekitar 2-3 tahun. Setelah itu PT MRT Jakarta berjanji akan mengembalikan posisi dan lebar trotoar ke posisi semula termasuk jalur hijau di sepanjang tengah jalan Sudirman β Thamrin.
Halaman 2 dari 5











































