Namun tak pelak kritik datang dari peneliti FITRA Ucok Sky yang bergerak di bidang transparansi anggaran. Gaji Deddy sebagai Wagub sudah cukup besar, jadi dinilai dia tak perlu lagi bermain sinetron.
"Penghasilan kepala daerah untuk provinsi Jawa Barat, cukup lumayan besar. Di mana untuk wakil guburnur saja, gaji pokok perbulan sebesar Rp 2,4 juta, dan tunjangan jabatan perbulan Rp 4,3 juta. Belum lagi ditambah, pengasilan atau total tunjangan operasional kepala daerah," jelas Ucok dalam keterangannya, Selasa (8/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ucok menjelaskan, dengan anggaran sebesar itu kiranya cukup bagi Deddy untuk fokus melayani rakyat tak perlu lagi bermain sinetron, apapun alasannya. Deddy sudah mendapat amanah dan kepercayaan masyarakat Jawa Barat.
"Begitu juga pada tahun 2012, penghasilan wakil kepala daerah hanya sekitar Rp 6,1 miliar untuk satu tahun anggaran, dan sekitar Rp 511 juta perbulan. Ini juga cukup lumayan besar dari seorang aktor menjadi seorang pemimpin di Jawa barat. Tetapi, kenapa masih nyambi pekerjaan pada dunia entaiment?" tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Deddy Mizwar.
(fdn/ndr)











































