Dalam pertarungan pilpres ini hanya ada 2 calon yakni Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Selama masa kampanye, banyak isu bertebaran dan serangan pernyataan yang dilemparkan oleh masing-masing kubu.
Di antara banyak ungkapan, salah satu yang paling diingat yakni serangan politisi PKS, Fahri Hamzah yang mengatai Jokowi sinting karena menyebut akan membuat hari santri. Menurut JK ungkapan itu membuat santri di Jawa Timur malu bila memilih Prabowo-Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesalahpahaman Hatta Rajasa tentang Kalpataru dan Adipura saat debat capres terakhir juga bisa jadi masalah bagi kubu lawan. "Yang satu (ucapan sinting) membuat marah, dan yang Kalpataru membuat dia jadi dibully," ujarnya.
Menurut JK, Fahri sebagai politisi seharusnya menjaga ucapannya karena ucapan ini tak hanya merugikan dirinya tapi yang lebih besar, Prabowo-Hatta.
"Politik itu seperti permainan ping pong bukan sepak bola. Kalau sepak bola, anda melakukan kesalahan akan dapat free kick dan itu belum tentu masuk. Kalau ping pong, anda smash benar dapat poin, tapi smash salah, angkanya buat lawan," ucap ketua PMI ini.
"Sama politik. Kalau lemparan isunya benar, maka elektabilitasnya naik. Tapi begitu salah, pointnya langsung buat lawan," jelasnya.
(bil/mad)











































