Presiden SBY Ajak Masyarakat Salat Gaib dan Baca Tahlil
Senin, 27 Des 2004 19:23 WIB
Lhokseumawe -
Indonesia berduka atas banyaknya korban meninggal akibat gempa dan gelombang Tsunami di Aceh. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat melaksanakan salat gaib dan membacakan tahlil. Pesan ini disampaikan Presiden saat menemui para pengungsi korban gempa dan gelombang Tsunami di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Senin (27/12/2004) pukul 18.10 WIB. Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi sejumlah menteri."Saya mengajak untuk salat gaib dan membacakan tahlil. Selain itu, mari kita berdoa bersama-sama agar cobaan yang berat tidak terjadi lagi dan ke depan suasana semakin baik," kata Presiden. Presiden juga menyatakan, pemerintah bersama pemerintah NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) akan membangun fasilitas-fasilitas maupun rumah yang rusak akibat bencana alam ini. "Karena itu, saya meminta seluruh korban bencana alam untuk bersabar. Pemerintah akan tetap berusaha agar Aceh kembali damai, aman dan adil," ungkap Presiden. Menurut Presiden, pemerintah tentu saja sangat prihatin dengan bencana alam ini. "Maka saya langsung bergerak berangkat dari Jayapura menuju Lhokseumawe. Dan alhamdulillah, saya bisa berada di sini dengan para menteri. Dari sini, insya Allah saya juga akan melihat keadaan di Banda Aceh, di Meulaboh, maupun di Semeuleu," kata dia. "Malam ini saya akan melaksanakan rapat dan melakukan tahlil dan berdoa bersama-sama agar cobaan ini berakhir," imbuhnya. Pada kesempatan itu, Presiden juga menyatakan, kedatangan ke Lhokseumawe ini adalah untuk memastikan bahwa warga yang menjadi korban mendapatkan bantuan dan perhatian sebagaimana mestinya. "Insya Allah mulai besok, bantuan-bantuan akan datang. Saya meminta kepada seluruh aparat pemerintah, camat, lurah, maupun LSM-LSM dan pihak-pihak lain agar menyalurkan bantuan kepada yang berhak, kepada yang semestinya menerima," demikian pesan Presiden.
(asy/)










































