Listrik padam sekitar pukul 02.48 WITA, Selasa (8/7/2014) di kawasan Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Samarinda Utara. Listrik padam juga terjadi di Samarinda Kota, Pelabuhan, Palaran hingga Kecamatan Samarinda Seberang.
Padamnya listrik ini kesekian kalinya dikeluhkan warga Samarinda, terlebih lagi saat warga tengah mempersiapkan santap sahur maupun tengah membeli makanan untuk santap sahur. Padamnya listrik ini, dinilai justru semakin sering terjadi saat bulan Ramadan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padamnya listrik kali ini di Samarinda, dinilai semakin parah. Bahkan sejak sore tadi, di sejumlah lokasi beberapa kali lamph terlihat sedang mengalami penurunan tegangan, seperti yang terjadi di kawasan Jl Dahlia.
"PLN bikin kami was-was. Selalu ada alasan PLN kalau listrik padam. Apa itu pemeliharaan jaringan, pembeliharaan pembangkit, kurang daya, semua minta dimaklumi. Padahal saya yakin warga sudah berhemat listrik," keluh warga Jl Dahlia, Amrullah.
Berbagai ruas jalan di kota Samarinda juga terpantau gelap gulita. Di sejumlah titik, hanya terlihat cahaya lampu bagi sebagian kecil warga yang memiliki mesin genset. Warga pun berjaga-jaga mengantisipasi kemungkinan bahaya kebakaran.
"Kalau padam seperti ini, bahaya kebakaran. Jadi, mesti siaga, jaga-jaga. Ya, inilah listrik di kota Samarinda, ibu kota provinsi yang disebut-sebut kaya energi dan Sumber Daya Alam," tegas Abdul Soleh, saat ditemui detikcom di Jl Sentosa.
GM PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim-Kaltara Machnizon Masri belum dapat dikonfirmasi.
(fdn/fdn)











































