Jimly Asshiddiqie Imbau Para Pendukung Capres Tak Emosional

Jimly Asshiddiqie Imbau Para Pendukung Capres Tak Emosional

- detikNews
Senin, 07 Jul 2014 19:46 WIB
Jimly Asshiddiqie Imbau Para Pendukung Capres Tak Emosional
Jimly Asshiddiqie
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) Jimly Asshiddiqie mengimbau para pendukung dua pasang capres/cawapres saling menahan diri. Tindakan emosional malah akan merugikan.

"Harapan kami semuanya menenangkan diri. Jangan emosional. Para penyelenggara pemilu juga demikian," ujar Jimly saat ditemui di Kantor DKPP, Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jalan MH. Thamrin, Senin (7/7/2014).

Jimly hari ini juga mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada KPU dan Bawaslu agar menyelenggarakan Pilpres secara beretika. Menurutnya Pilpres yang baru pertama kali diikuti dua pasangan yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla membuat tensi politik memanas.

"Kalau Amerika sudah setengah abad, setiap Pilpres selalu terbelah dua. Kita baru sekarang," ujarnya. "Sedikit-sedikit saling sikut, ancam, dan caci maki. Kami sudah bilang jangan kampanye hitam, tetapi terus saja. Cenderung semuanya emosional," imbuh Jimly.

Publik memegang peranan penting dalam mengawasi penyelenggaraan Pilpres. Menurutnya, secara fungsional dan administrasi memang diawasi oleh Bawaslu, sedangkan secara etika diawasi oleh DKPP. Namun, profesionalisme penyelenggara ditentukan oleh komitmen masing-masing.

"Orang yang melayani dalam Pilpres harus dekat dengan pemilih. Jangan sampai timbul kekecewaan dari pemilih. Kalau kecewa, kemungkinan proses Pilpres tidak berjalan dengan baik," sambungnya.

Melalui surat edaran Nomor 016/DKPP/VII/2014, DKPP mengimbau agar segenap panitia penyelenggara pemilihan umum presiden (Pilpres) dapat melaksanakan Pilpres dengan beretika.

Surat yang ditujukan ke KPU, Bawaslu, beserta jajarannya ini mengimbau penyelenggara Pilpres agar netral, independen, jujur, serta profesional, khususnya dalam penghitungan suara.

(fdn/fdn)


Berita Terkait