Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, ibadah umrah berbeda dengan ibadah haji dalam hitungan waktu. Umrah bisa dilakukan hanya dalam waktu tiga jam, sedangkan ibadah haji bisa dilakukan hingga tiga minggu.
Hasyim yang ikut bersama Jokowi dalam ibadah umrah ini menjelaskan, ibadah haji banyak melakukan prosesi wajib tidak hanya di kabah, melainkan di beberapa titik. Sedangkan umrah, hanya di sekitaran kabah.
"Umroh itu, memang beda dengan haji. Kalau haji memang memerlukan waktu yang lama. Kalau haji, dia datang lalu umroh, habis itu menunggu di Padang Arafah, habis Arafah masih ada kewajiban lagi tiga hari di Mina, kemudian masih ada kewajiban lagi tawaf ifatah. Itu yang terpendek," ujar Hasyim usai melakukan ibadah umrah di sekitaran Masjidil Haram, Mekkah, Senin (7/7/2014).
"Nah, kalau umroh, itu asal sudah niat, berangkat dari Mikat, kemudian (berpakaian) ihram, kemudian tawaf, kemudian syai (lari kecil antara bukit Safa dan Marwah), lalu tahalul (mencukur rambu), sudah selesai. Bisa diproses selama tiga jam. Nah, kalau 5 jam, itu dihitung berangkat dari Jeddah ini," tambahnya.
"Jadi kalau ada orang umrah sampai seminggu, itu umrahnya cukup 5 jam, yang seminggunya itu jalan-jalannya (wisata rohani)," tambahnya lagi.
Jokowi berkunjung ke Mekkah dalam waktu sehari. Kesempatan itu dimafaatkan dirinya bersama istri dan kedua anaknya untuk melakukan ibadah umrah.
Jokowi tiba di Mekkah pukul 12.20 waktu Arab Saudi. Tak lama setelah itu, Jokowi dan rombongan bergerak ke Masjidil Haram lalu menuju Kabah untuk melakukan ibadah umrah. Prosesi umrah yang dilakukan Jokowi hanya beberapa jam hingga waktu makan sahur. Selama ini terkait ibadah umrah yang dilakukan dengan rentang waktu 9-10 hari, itu biasanya diisi dengan berziarah atau wisata.
Jokowi juga ditemani oleh Ketua Rombongan Ibadah Usamah Hisyam Yahya dan beberapa rekan seperti Akbar Faisal, Marwan Jafar, Ahmad Basarah, dan Iwan Piliang.
(jor/ndr)











































