Gempa Tewaskan 377 Personel TNI

Gempa Tewaskan 377 Personel TNI

- detikNews
Senin, 27 Des 2004 18:24 WIB
Jakarta - Sebanyak 377 personel TNI dinyatakan tewas akibat gempa dan tsunami di Aceh. Sebagian besar adalah satu kompi Kodam Iskandar Muda yang tengah berlatih di Ulegle, Aceh. Demikian pernyataan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (27/12/2004). "Korban dari personel TNI sampai saat ini mencapai 377 orang tewas," ungkap Panglima saat ditemui wartawan. Panglima menjelaskan sebanyak 377 personil TNI yang tewas akibat gempa dan tsunami di Aceh adalah 19 personel tewas dari satuan organik Kodam Iskandar Muda dan satuan penugasan dari Yonif-744 dan Yonif Marinir, 180 personel tewas dari satu kompi Kodam Iskandar Muda yang tengah berlatih di Ulegle,dan 51 orang dari keluarga TNI diantaranya adalah 21 orang istri prajurit dan 30 orang anak-anak. Sementara data dari pusat penerangan Mabes TNI, tercatat sejumlah kehilangan, diantaranya kehilangan 224 pucuk senjata, 15 unit perahu cepat, puluhan kendaraan militer. Juga tercatat kerusakan ratusan unit perumahan dinas Kodam Iskandar Muda yang tersebar di Banda aceh, Meulaboh dan Sigli. Terbangkan Bantuan ke AcehData pusat penerangan Mabes TNI juga menyebutkan terhitung dari tanggal 26 dan 27 Desember 2004, telah mengirimkan bantuan sebanyak 10.880 ton obat-obatan. Sedangkan terhitung hari ini, TNI juga mendirikan posko bantuan bencana alam di Banda Aceh, Medan, Lhokseumawe, dan Jakarta. Posko tersebut didirikan dengan tujuan agar dapat langsung memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat. "Tadi pagi sudah kita berangkatkan bantuan obat-obatan dan bahan makanan, dapur lapangan serta rumah sakit lapangan. Lalu kita juga memperoleh bantuan dari luar negeri dan negara tetangga, termasuk Australia yang akan menerbangkan 4 pesawatnya, 2 diantaranya akan mendarat besok pagi untuk membawa bahan bantuan makanan, obat-obatan serta rumah sakit lapangan," ungkap Panglima. Panglima menjelaskan bahwa negara lain yang juga akan membantu adalah AS dan Malaysia. Panglima juga menghimbau negara-negara lainnya untuk segera memberi bantuan karena termasuk komitmen internasional. "TNI sendiri akan mengirimkan 5 pesawat Hercules, 3 akan ditempatkan di Jakarta, dan 2 di Medan untuk melakukan dropping obat-obatan dan makanan. Penempatan di Medan karena alasan kecepatan. Daripada dibawa dari Jakarta memakan waktu, lebih baik bahan makanan di beli di Medan dan diantar ke Aceh," ungkap Panglima. Selain itu, lanjutnya, TNI akan menyiapkan 5 helikopter untuk melakukan evakuasi dan mendrop makanan. Termasuk 1 KRI Tengku Umar untuk mengangkut logistik ke Pulau Inaku. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads