Media Sosial Tak Mengenal Masa Tenang

Media Sosial Tak Mengenal Masa Tenang

- detikNews
Senin, 07 Jul 2014 16:22 WIB
Media Sosial Tak Mengenal Masa Tenang
Jakarta - KPU menetapkan tanggal 6-8 Juli 2014 sebagai masa tenang. Kedua pasangan capres dilarang melakukan kampanye dalam bentuk apa pun. Namun di media sosial ceritanya berbeda, dunia maya tak mengenal masa tenang.

Demikian hasil riset lembaga pemantau media sosial, Awesometrics. Hal ini disampaikan Marketing Communication Awesometrics, Yustina Tantri, dalam siaran pers, Senin (7/7/2014).

Sebenarnya banyak di antara 'aktivis' media sosial yang secara mandiri mengingatkan dan mem-posting gambar bertuliskan "6-8 Juli 2014 MINGGU TENANG #StopKampany #StopPostingSatuJariDuaJari HargaiRuangPublik" di akun Twitter dan Path.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak juga 'aktivis' dunia maya yang berharap tak ada saling serang antar dua kubu yakni Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK di jagat twitter. "Bro, bro, ini minggu tenang. So, shut up and stop your black campaign," demikian salah satu tweet yang dipantau Awesometrics.

Tak hanya masyarakat, beberapa seleb seperti @deelestari dan @kemalpalevi turut mengomentari minggu tenang dalam akun twitter mereka. Namun di media sosial memang tak pernah mengenal masa tenang.

Hanya dalam 2 hari sejak Minggu (6/7) hingga Senin (7/7) pukul 11.00 WIB, Awesometrics menemukan 6.650 tweet yang memuat 'minggu tenang'. Puncaknya terjadi pada Senin (7/7) pukul 10.00 WIB dengan jumlah 937 percakapan dan diperkirakan akan terus meningkat hingga hari pencoblosan.

Saat dikonfirmasi detikcom Senin (7/7) soal situasi di media sosial, Komisioner Bawaslu Daniel Zuchron mengatakan "Ya karena sejak awal kita tidak membangun sistem di media sosial, tidak masuk ke sana," ujarnya.

Lalu apakah 'perang' yang berlanjut di media sosial bakal mempengaruhi hasil 9 Juli nanti?

(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads