Gempa Tewaskan 30 Karyawan PLN Banda Aceh
Senin, 27 Des 2004 17:51 WIB
Jakarta - Gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) menewaskan 30 karyawan PT PLN Persero wilayah Banda Aceh. Bencana itu juga menyebabkan bangunan Kantor PLN Banda Aceh rusak berat. "Karyawan PLN di Banda Aceh 30 orang meninggal sehingga kami meminta SDM bantuan dari Medan untuk memperbaiki jaringan dan mengoperasikan genset," ujar Sekretaris Posko PLN Peduli Bencana Sapto Triono di Kantor Pusat PLN, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Senin (27/12/2004). Dikatakan Sapto, ketika bencana terjadi pembangkit emergency Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) terapung yang berada di Pelabuhan Banda Aceh terseret ombak sampai 2 km. Hingga kini pembangkit itu belum bisa diperbaiki. Sementara, tiang listrik ambruk, kantor cabang PLN dan pembangkit listrik terendam. Di Lhokseumawe, 43 dari 53 feeder distribusi listrik telah beroperasi dan di Sigli, semua feeder sudah mulai normal. Sementara, di Banda Aceh belum bisa dinormalkan. Sedangkan di Meulaboh dan daerah lain belum bisa dikontak. Pengiriman genset diprioritaskan untuk daerah yang sudah bisa dinormalkan. Selain genset, PLN telah mengirim bantuan berupa selimut dan makanan. Bantuan itu berasal dari PLN Pembangkitan dan Penyaluran serta PLN wilayah yang berlokasi di Medan. Posko PeduliPT PLN Persero membuka Posko PLN Peduli Bencana di Kantor Pusat PLN. Posko itu beranggotakan 26 karyawan PLN Pusat. Tujuan pembukaan posko itu untuk penanganan network, utamanya ketika terjadi bencana serta menampung seluruh informasi akurat keadaan bencana. Selain itu, juga menghimpun bantuan bencana dari seluruh unit PLN di Indonesia. "Ini sebagai bentuk kepedulian warga PLN sendiri. Untuk bantuannya, kita sepakat tidak berbentuk uang, tapi barang konkret," ungkapnya.
(rif/)











































