Antrean panjang masyarakat pemilih di TPSLN Den Haag, satu-satunya TPSLN di Belanda, ternyata totalnya mencapai 2.342 orang. Ribuan pemilih ini tuntas dilayani dalam waktu 9 jam, dari pukul 10.00 sampai 19.00 waktu setempat.
"Jumlahnya warga masyarakat yang telah datang mencoblos di TSPLN Den Haag ada 2.342 orang," ujar Ketua PPLN Den Haag Moeljo Wijono kepada detikcom seusai pemungutan suara, Sabtu (5 Juli 2014).
Menurut Moel, jumlah riil masyarakat yang hadir diperkirakan bisa tiga atau empat kali lipat melampaui angka tersebut, sebab mereka membawa anak-anak kecil, anak remaja yang belum berhak memilih, kawan-kawan yang tidak berhak memilih, istri atau suami atau kawan asing, karena penasaran ingin menyaksikan jalannya pemilu presiden RI di Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunci kecepatan pelayanan ini adalah sistem barcode yang telah diterapkan di TPSLN Den Haag sejak 2004. Masyarakat dilayani oleh petugas data dengan 4 komputer dan alat pemindai (scanner).
Dengan sistem ini, konfirmasi data pemilih bisa dilakukan secepat boarding ke pesawat, selanjutnya pemilih mendapat nomor urut untuk menunggu giliran mencoblos.
Di samping itu, PPLN Den Haag juga menyediakan sebanyak 7 bilik suara, untuk mendukung kecepatan pelayanan. Dan hasilnya, petugas nyaris tanpa jeda memanggil nomor urut pemilih sesuai gilirannya untuk mencoblos.
"Bottle neck-nya ada pada orang-orang yang datang dadakan hanya berbekal paspor, tanpa sebelumnya terdaftar. Mereka ini harus mengisi formulir terlebih dahulu dan memfoto copy paspornya," terang Moel.
Di antara mereka cukup banyak dari generasi tua, yang harus dengan penuh kesabaran dibantu mengisikan syarat administrasi sesuai dengan ketetapan Undang-undang Pemilu dan Peraturan KPU.
"Selain itu, ada juga masyarakat yang semula menyatakan akan memilih via pos, ternyata datang juga ke TPSLN karena ingin menikmati suasana pemilu. Kita tetap menyambut dan melayani mereka. Hanya saja surat suara yang sudah diterima harus dibawa, dicoblos dan dimasukkan di kotak terpisah khusus untuk pos. Ini untuk menjaga agar statistiknya klop," demikian Moel.
Moeljo Wijono menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi masyarakat yang tinggi. Angka 2.342 itu, lanjut Moel, berarti suatu kenaikan partisipasi sebesar 214% dibandingkan Pileg lalu dengan jumlah pemilih datang ke TPSLN Den Haag sebanyak 1.090 orang.
Moel juga menyampaikan permohonan maaf jika antrean panjang dirasa kurang nyaman. Dikatakan bahwa pelayanan untuk masyarakat sudah sangat maksimal dan KBRI Den Haag telah memberikan fasilitasi seluruh gedung dan area KBRI, kecuali bagian yang sensitif pada aspek keamanan.
"Separuh gedung dan area KBRI sudah dibuka lebar-lebar, tapi antusiasme masyarakat memang melebihi daya tampung. Dengan kecepatan layanan 1 orang per 15 detik selama 9 jam non-stop tanpa istirahat itu sudah rekor. Lebih dari itu kami bisa mati," pungkas Moel.
(es/es)











































