Rektor dan Akademisi se-DIY Deklarasi Kawal Pilpres Jurdil dan Damai

Rektor dan Akademisi se-DIY Deklarasi Kawal Pilpres Jurdil dan Damai

- detikNews
Senin, 07 Jul 2014 15:06 WIB
Rektor dan Akademisi se-DIY Deklarasi Kawal Pilpres Jurdil dan Damai
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta - Puluhan akademisi di Yogyakarta mengajak masyarakat untuk mengawal pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung 9 Juli 2014 itu secara jujur, adil, dan damai.

Seruan tersebut dilakukan di Balairung, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (7/7/2014). Seruan atau imbauan ini merupakan bentuk seruan moral dari warga kampus agar pilpres berlangsung damai.

Hadir dalam acara itu rektor perguruan tinggi dan wakil akademisi se-DIY. Perwakilan yang hadir di antaranya dari UGM, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), STTNas, Universitas Janabadra (UJB), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, STMIK Amikom, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Ketua Kopertis DIY, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD), Universitas Sanata Dharma (USD), Poltekes Kemenkes, dan Universitas Proklamasi 45.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami masyarakat akademisi DIY, mengajak masyarakat Indonesia menjaga pemilihan presiden secara jujur, adil dan damai. Kita awasi prosesnya, kita hormati hasilnya, kita kawal kinerjanya. Semoga Tuhan memberkati kita," kata Rektor UGM Prof Dr Pratikno, M.Soc.Sc saat membacakan deklarasi.

Para akademisi mengharapkan pelaksanaan pilpres 9 Juli 2014 ini dapat berlangsung jurdil (jujur dan adil) dan damai, tanpa ada tekanan dan intimidasi dari pihak manapun.

"Saat pemilihan dan pasca pemungutan suara, kita harus mencegah segala bentuk politik uang, mencegah informasi yang tidak seimbang, jangan ada intimidasi dan jangan pula sampai pemilih tidak bisa memberikan suaranya," katanya.

Dia mengatakan dua hari menjelang pilpres merupakan seuatu 'ujian' bagi seluruh komponen masyarakat dalam menentukan nasib bangsa ke depan. Warga yang memiliki hak pilih diharapkan bisa meluangkan waktu menggunakan hak suaranya dan memberikan perhatian untuk mengawasi proses pemungutan suara.

"Waktu yang singkat ini kita manfaatkan dengan baik. Kita ajak masyarakat mengawasi proses pilpres ini agar berjalan baik, anti money politics, anti intimidasi, anti kecurangan dalan pemilihan dan rekap suara," tegas Pratikno.

Menurut dia, bila pilpres bisa berjalan jurdil dan damai maka akan mampu menghasilkan pemerintahan legitimasi kuat dari rakyat. Pemerintahan yang akan datang nantinya bisa bekerja dengan baik sehingga membawa kemajuan bagi bangsa dalam mengemban amanah dari rakyat.

"Kita jaga perdamaian saat dan pasca pilpres. Menang ora umuk, kalah ora ngamuk. Kalau menang tidak sombong, kalau kalau tidak marah," katanya.

Dia juga meminta semua pihak untuk menjaga pikiran dan hati demi menghormati proses demokrasi dengan etika dan moralitas yang tinggi. "Berilah selamat kepada yang menang, berilah penghormatan kepada yang kalah. Persaingan selama pilpres harus diganti dengan suasana persatuan dan sinergi untuk membangun negeri," pesan dia.

Sementara itu, seusai deklarasi, Rektor UNY Prof Dr Rochmat Wahab, MPd, MA mengatakan deklarasi yang disampaikan oleh para rektor dan akademisi merupakan bentuk seruan moral dari warga kampus untuk mengajak berpartisipasi menjaga dan mengawal pilpres berlangsung damai.

"Sebagai warga kampus kita wajib memberi imbauan ini. Ada ribuan mahasiswa dan dosen di DIY yang turut memantau berlangsungnya pesta demokrasi ini," katanya.

(bgs/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads