"Bila ada oknum ormas yang anarkis kita tindak tegas. Kemudian masyarakat yang berusaha melakukan tindakan anarkis juga kita lakukan tindakan tegas dan terukur," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Priyatno, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/7/2014).
Diakui Kapolda, potensi terjadinya benturan setelah perhitungan hasil suara nanti. Residu akan benturan politik ini, kata dia, yang akan diantisipasi oleh pihak kepolisian.
"Seperti kita siapkan pengamanan di sentra ekonomi, sebagai antisipasi ada ormas tertentu yang dimungkinkan melakukan tindakan anarkis," imbuhnya.
Kapolda mengatakan, demokrasi tidak lepas dari sistem politik yang tidak lepas dari partai politik. Partai politik ini tidak lepas dari adanya kepentingan politik.
"Bicara kepentingan politik itu ada benturan-benturan politik. Benturan-benturan politik itu ada residunya. Nah yang diantasipipasi oleh Polri residunya," ungkap Kapolda.
Untuk mengamankan pesta demokrasi yang akan menentukan Negara dalam 5 tahun ke depan ini, Polda Metro Jaya menyiapkan kekuatan penuh. Pasukan cadangan juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama pelaksanaan pemilu nanti.
"Operasi Cipta Kondisi tetap dilaksanakan oleh kita, berkaitan dengan Ramadan juga kita tetap laksanakan cipta kondisi, termasuk (operasi) sajam, premanisme, miras, dan lainnya," kata Kapolda.
(mei/aan)











































