Relawan 'Indonesia Hebat' pendukung Jokowi-Jusuf Kalla mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait kericuhan di Hong Kong. Mereka meminta Bawaslu mengklarifikasi masalah itu dan meminta diadakan pemilihan ulang bagi pemilih yang belum memilih.
"Hak konstitusi seharusnya lebih diutamakan daripada masalah administrasi. Alasan mereka jam sewa sudah berakhir. Kan lucu, mengapa tidak pakai ruangan KJRI?" tanya Ketua Advokasi Relawan Indonesia Hebat Taufan Hunneman, di Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakpus, Senin (7/7).
Pihaknya menyayangkan hak konstitusi gugur hanya karena masalah administrasi, yaitu izin pemakaian taman yang dibatasi sampai pukul 07.00. "Buktinya kan sudah ada di Youtube. Kami percaya pada apa yang tersebar di media online. Nyatanya menurut mereka terjadi persoalan administrasi," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Relawan Indonesia Hebat itu diterima oleh perwakilan Bawaslu Abdul Gafar. Dalam pertemuan ini, selain menuntut pemilu ulang, mereka juga meminta Bawaslu segera mengusut dugaan penyelenggara Pilpres dan KBRI Hong Kong yang terindikasi mendukung pasangan capres cawapres nomor urut satu.
(bal/bal)










































