Eks Anak Buah Menangis karena Ditekan Nazaruddin

Ralat Berita

Eks Anak Buah Menangis karena Ditekan Nazaruddin

- detikNews
Rabu, 09 Jul 2014 06:51 WIB
Eks Anak Buah Menangis karena Ditekan Nazaruddin
Jakarta -

Mantan Manajer Marketing PT Anugerah Nusantara, Clara Mauren, yang bersaksi di persidangan ditanya Anas Urbaningrum. Clara kemudian mengaku kerap ditekan Nazar.

Clara saat memberi keterangan itu tidak menangis dan mengaku mendapat ancaman dari Nazar bila memberi keterangan lain. Pernyataan itu meralat berita yang sebelumnya menyebut dia menangis saat bicara soal cek untuk pembelian mobil Harrier. Detikcom meminta maaf dan klarifikasi atas berita itu.

Clara bersaksi dalam persidangan Anas di pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (7/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Clara dalam kesaksiannya juga menjelaskan, pembelian mobil Harier itu menggunakan cek dari PT Pacific Putra Metropolitan. Dia tercatat sebagai Dirut perusahaan bentukan Nazar itu.

Clara juga memberi keterangan itu mengaku menangis karena mendapat ancaman dari Nazaruddin bila memberi keterangan lain. Clara menangis Karena ditekan untuk memberikan kesaksian palsu yang memberatkan Anas.

"Jadi sebelum saya dipanggil KPK, Pak Nazar pernah panggil saya di Mako Brimob menjelaskan ada cek saya terkait Anas. Waktu itu Pak Nazar langsung mengarahkan saya mengatakan cek itu dari Hambalang. Saya baru tahu saat di Mako Brimob dan diperiksa oleh pihak KPK kalau ternyata cek saya terkait pembelian Harrier," ujar Clara.

Jaksa penuntut KPK lalu membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait dengan pembayaran Rp 520 juta yang dikeluarkan oleh PT Pasific Putra Metropolitan untuk pembelian Toyota Harrier. Clara membenarkan bahwa dia pernah menandatangani cek yang kemudian dibelikan mobil.

"Saya pastikan Harrier itu bukan dari proyek Hambalang, karena PT Pasific itu menggarap proyek di Unair. Uang dari Unair itu yang saya keluarkan," tutur Clara sambil menangis.

Clara menyebut, Nazar memaksanya untuk mengatakan bahwa uang untuk membeli Harrier berasal dari uang proyek Hambalang. Nazar pun tak segan untuk mengancam para anak buahnya.

(kha/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads