Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan kepada kedua pasangan calon presiden/ calon wakil presiden agar menggunakan masa tenang ini dengan sebaik mungkin.
“Yaitu untuk menata sikap batin yang agung, jiwa besar, mengutamakan akal sehat, dan siap menerima apapun keputusan yang diambil oleh rakyat Indonesia,” kata Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf kepada detikcom, Senin (7/7/2014).
Dengan cara itu, Slamert menegaskan, maka momentum Pilpres akan menjadi tradisi suksesi dan pergantian kepemimpinan nasional secara damai dan demokratik.
Slamet mengimbau agar semua pihak memanfaatkan masa tenang ini untuk mengambil jarak dengan hiruk pikuk massa kampanye yang terkadang membawa situasi sosial yang penuh perilaku negatif. “Termasuk tumbuhnya sikap intoleran atas perbedaan pilihan politik,” ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(brn/erd)










































