Tahapan Pemilihan Presiden memasuki minggu tenang. Mestinya para capres memberikan waktu kepada masyarakat untuk berpikir jernih sebelum menentukan pilihan. Namun Sekretaris Tim Sukses Prabowo-Hatta masih saja menyerang pasangan capres nomor dua, Jokowi-JK.
"Soal Kalpataru dan Adipura esensi sama. Jakarta tak dapat Adipura di masa Jokowi. Artinya apa? Ya tak berprestasi. Gitu aja repot," serang Fadli lewat twitter, Senin (7/7/2014). Sekadar diketahui, pada 2014 tidak ada kota di Jakarta yang memenangi Adipura untuk kategori kota metropolitan. Sedang pada 2013, Gubernur Jokowi menerima Adipura karena empat kota di DKI Jakarta memenangi kompetisi yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup itu.
Lebih lanjut Fadli mengaku memiliki segudang kebohongan Jokowi. "Apakah Jokowi bohong lagi? Saya sudah punya lumayan banyak daftar kebohongannya. Jangan sampai nambah lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bicara apa adanya. Bukan fitnah. Juga pakai nama jelas, asli. Kalau fitnah, ya tuntut dong," tantangnya.
Dia kemudian mengkritik kembali penjualan Indosat. Juga program Jokowi yakni Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat, dan lainnya.
"Yang lebih bahaya dari mafia adalah orang yang menjual aset negara dengan harga murah. Dan di balik itu pasti dapat komisi dari hasil jual murah itu. Mafia Gas Tangguh, Mafia Satelit, Mafia Kartu Pintar dan Kartu Sehat dan banyak mafia lainnya," katanya.
"Capres Petugas Partai tgl 9 Juli 2014 akan lapor pada majikannya, "Maaf saya belum berhasil mengalahkan Macan Asia," sesumbar Fadli menutup kultwitnya.
Tim sukses capres boleh saja mencuri-curi kampanye dan melempar serangan di minggu tenang. Namun pada akhirnya rakyat yang paling berhak menentukan pilihan.
(van/nrl)











































