“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi mereka yang belum terdaftar, seperti para wisatawan dari Indonesia yang berkujung ke Los Angeles dan tidak sempat mengurus formulir A5,” kata Sekretaris PPLN Los Angeles, Nugrahadi Hendro Yuwono, kepada detikcom, Minggu (6/7/2014).
Sebelumnya, sempat diberitakan oleh salah satu TV nasional bahwa terjadi kericuhan saat pemungutan suara di TPS Los Angeles lantaran banyak pemilih dari luar kota yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena keterbatasan surat suara. Namun Nugrahadi menegaskan hal tersebut tidak benar adanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, imbuhnya, ada sebagian warga yang mendesak agar bisa memilih sebelum pukul 18.00, sehingga PPLN harus bertindak tegas dan melarang mereka. Sikap tersebut diambil PPLN untuk memastikan bahwa warga yang telah terdaftar diprioritaskan dalam menggunakan hak suaranya.
“Syukurlah akhirnya semua warga Indonesia yang datang ke TPS dapat menggunakan hak pilihnya,” kata Nugrahadi.
Hingga TPS Los Angeles ditutup pukul 22.30, jumlah total pemilih yang menggunakan hak suaranya adalah 373 orang. Dari jumlah itu, 174 di antaranya merupakan pemilih yang belum terdaftar dan hanya menggunakan paspor sebagai tanda bukti. Kebanyakan dari mereka adalah wisatawan. Untuk memfasilitasi mereka, PPLN menggunakan surat suara cadangan dan surat suara yang tidak terpakai karena pemilih yang terdaftar tidak menggunakannya.
Selain itu, PPLN juga memanfaatkan surat suara yang dikembalikan lewat pos karena pemilih telah pindah alamat tanpa pemberitahuan. “Kami mengambil surat suara dari kantor pos yang return to sender, “ kata Nugrahadi.
Jumlah pemilih lewat pos sendiri mencapai 7.349 orang yang tersebar di sembilan wilayah akreditasi KJRI Los Angeles, antara lain Arizona, Colorado, Nevada, dan Hawaii. Surat suara yang telah mereka coblos akan dikirimkan kembali ke PPLN Los Angeles dan ditunggu hingga paling lambat 14 Juli 2014.
(mpr/mpr)











































