Hal ini dinyatakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia lewat keterangan pers yang diterima detikcom, Senin (7/7/2014). Bahkan, kaum golput sudah 'tobat' pada Pipres kali ini.
"Pada Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2014 ini, persentase jumlah masyarakat Indonesia di Canberra yang datang ke TPS adalah 90,37%, lebih tinggi dibandingkan Pemilu Legislatif (April 2014) yang hanya 77,87%. Persentase ini masih akan berubah setelah dilakukan penghitungan suara via pos. Beberapa di antara pemilih mengakui bahwa pemungutan suara Pilpres kali ini merupakan pemungutan suara yang mereka lakukan setelah beberapa kali menjadi golput," kata Second Secretary, Information and Socio-Cultural Affairs
Embassy of the Republic of Indonesia, Marya Onny Silaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPU mengirimkan surat suara untuk PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) Canberra sebanyak 640 lembar, yang terdiri dari 571 surat suara untuk pemilih di TPS dan 69 lembar untuk pemilih via pos. Dari 571 surat suara di TPS tersebut, terdapat 516 surat suara yang dicoblos (90,37%) dan 55 lembar tidak terpakai," papar Marya.
Marya menyatakan antusiasme masyarakat Indonesia di Canberra sudah terlihat sejak pukul 08.00 waktu setempat. Minggu (6/7) pagi waktu setempat, Mereka berbondong-bondong datang ke KBRI, 8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, untuk mencoblos. Padahal, waktu penutupan pencoblosan masih panjang, yakni hingga pukul 18.00 waktu setempat.
Acara ini dibuka oleh Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema. Beranjak semakin sore, acara pencoblosan berubah menjadi 'ngabuburit' alias buka bersama. Bazar jajanan dan pernak-pernik khas tanah air dijajakkan di lokasi.
Masyarakat Indonesia di Canberra dapat menyaksikan kegiatan penghitungan surat suara yang dicoblos di TPS pada tanggal 09 Juli 2014, serta penghitungan surat suara via pos pada tanggal 14 Juli 2014, masing-masing dimulai pukul 18.00 sore bertempat di KBRI Canberra.
(dnu/mpr)










































