Pasca 9 Juli, Suasana Politik Diprediksi Akan Lebih Stabil

Pasca 9 Juli, Suasana Politik Diprediksi Akan Lebih Stabil

Nur Khafifah - detikNews
Minggu, 06 Jul 2014 20:51 WIB
Pasca 9 Juli, Suasana Politik Diprediksi Akan Lebih Stabil
Jakarta - Kampanye pilpres yang berakhir pada tanggal 5 Juli kemarin banyak diwarnai kerusuhan dan kampanye hitam. Suasana politik terasa memanas.

Menurut pengamat politik UI, Prof Hamdi Muluk, kondisi tersebut terjadi karena hanya ada 2 pasangan capres-cawapres. Sehingga kedua kubu harus berhadap-hadapan untuk memenangkan kompetisi pilpres ini.

"Ada gejala orang banyak khawatir dan ketakutan. Belum pernah saya lihat kompetisi sekeras ini. Ini karena cuma ada 2 pasangan calon. Kalau ada 3 atau 5, tidak akan sekeras ini," kata Hamdi dalam diskusi di Hotel Whiz, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (6/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hamdi, saat ini masyarakat Indonesia memang terbelah. Namun ia yakin, perpecahan ini tidak akan menjadi masalah sosial yang serius dan berlarut.

"Nanti kalau kompetisi selesai juga gabung lagi," ucapnya.

Hamdi menilai, perpecahan sosial yang terjadi saat ini karena faktor ketokohan. Menurutnya, rakyat Indonesia dalam menentukan pilihan bukan karena faktor partai, atau ideologi, namun karena sosok calon pemimpinnya.

"Tinggal lihat figur mana yang banyak dosanya dan figur mana yang lebih nggak banyak dosanya," tutupnya.

(kff/mpr)


Berita Terkait