3.250 Jamaah Haji Aceh Terancam Batal Diberangkatkan
Senin, 27 Des 2004 16:56 WIB
Jakarta - Akibat gempa dan tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut), pemberangkatan jamaah haji dari Aceh ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sekitar 3.250 jamaah haji terancam batal diberangkatkan."Sampai saat ini masih tersisa 10 kloter dari 17 kloter di Aceh yang belum berangkat. Saat ini, keberangkatan ditunda sampai waktu yang belum ditentukan," ujar Kepala Dinas Haji PT Garuda Indonesia Tito Warsito kepada wartawan dalam teleconference di Depag, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta (27/12/2004). Menurut Tito, bandara dan armada pesawat dalam posisi siap di Medan. Pesawat stand by di Medan dengan pertimbangan lebih mudah untuk mendapatkan katering, bahan bakar dan penginapan dibandingkan di Aceh. Saat ini, pihaknya hanya menunggu kesiapan Depag. "Pesawat kita sudah stand by di Medan. Kapan saja kalau penugasan diberikan Depag, kita siap terbang," katanya.Ia menambahkan, meski pihaknya telah siap, kemungkinan yang menjadi masalah kesiapan jamaah sendiri. Ia mencontohkan, masalah dokumentasi serta mental para jamaah yang sampai sekarang belum diketahui. Kapan sisa kloter jamaah haji dari Aceh akan diberangkatkan? "Semua tergantung kesiapan Depag untuk menugaskan kita. Sampai saat ini, kami belum bisa berkomunikasi dengan kanwil Depag (Aceh) karena hubungan terputus. Kami belum dapat informasi," jelasnya. Sementara, dari Madinah dilaporkan, hingga Senin (27/12/2004), hampir 50 ribu jamaah haji Indonesia telah tiba di kota itu. Mereka antara lain kloter 1-7 dari Aceh. "Saat ini, para jamaah di Madinah sedang melaksanakan Salat Arbain dan ziarah tempat bersejarah," kata Kepala Daerah Kerja Haji Madinah Hasbu Marzuki kepada wartawan melalui teleconference.
(rif/)











































