"Mereka hanya mengutip dan tidak pernah mewawancarai saya sampai saat ini. Bisa saya bilang, mungkin Spiegel itu adalah koran atau online abal-abal. Karena dia sama sekali melanggar azaz jurnalistik. Begitu juga TIME ya," ujar Dhani ketika ditemui di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jaksel, Sabtu (5/7/2014).
Karena dua media tersebut tak pernah mewawancarai dirinya untuk mendapatkan konfirmasi, Dhani pun melemparkan tuduhannya. Bos Republik Cinta Management ini juga mengkaitkan pemberitaan ini dengan dukungannya terhadap Prabowo Subianto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontroversi mengenai penggunaan kostum Nazi ini pertama kali dihembuskan media asal Jerman, Spiegel. "Dia memakai seragam hitam yang menyerupai seragam pemimpin SS Heinrich Himler," tulis Spiegel. Disebutkan Spiegel bahwa Dhani memakai lencana pada kerah dan dada, yang amat mirip seragam Himler.
Sedangkan TIME, menurunkan artikel yang menyebut video kampanye yang dibuat oleh Ahmad Dhani untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai alat kampanye politik terburuk yang pernah ada.
(fjr/fjr)










































