Helen, warga Jalan Plamongan Indah blok D12 nomor 22, Mranggen, Demak terkejut ketika melihat tubuh adiknya yang penderita disabilitas, Fredi Prisanto (28) tergeletak tidak bernyawa di ruang belakang dengan beberapa luka di tubuhnya.
Fredi ditemukan tewas oleh Helen sekitar pukul 17.30 WIB sore tadi saat ia pulang kerja. Melihat tubuh adiknya tidak bernyawa, ia segera memanggil tetangga dan kerabatnya hingga akhirnya petugas polsek Mranggen dan Polres Demak datang untuk olah TKP.
"Tahunya tadi jam 17.30. Sudah seperti itu," kata Helen di dekat rumahnya, Sabtu (5/7/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau jalan pakai tongkat, perginya pakai motor modif roda tiga," kenang Helen yang sesekali mengusap air matanya.
Kakak korban lainnya, Novianita menambahkan dirinya sempat mengirim pesan BBM ke adiknya itu pukul 10.00 karena berjanji akan pulang ke kampung halaman di Pekalongan bersama-sama. Namun pesan itu hanya dibaca dan tidak dibalas, setelah itu nomor handphone korban tidak bisa dihubungi.
"Saya jam 12.00 sudah tidak bisa menghubungi dia. Terus saya tunggu adik (korban) ngabarin, soalnya adik mau ngabarin kalau sudah siap berangkat, tapi kok tidak ngabarin sampai sore," tandas Novianita.
Novianita menambahkan ada tiga handphone dan satu notebook yang hilang. Ia juga mengatakan akhir-akhir ini teman-temannya sering datang malam hari, namun ia tidak mau asal tuduh siapa pembunuh adiknya.
"Ini ada barang yang hilang, tiga handphone sama leptop," imbuhnya.
Hingga pukul 22.50 WIB, olah TKP masih terus dilakukan dan juga mengerahkan satu anjing pelacak. Kapolsek Mranggen, AKP Arsadi mengatakan korban ditemukan dalam kondisi luka benda tumpul di bagian kepala dan goresan di dada. Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah peristiwa tersebut murni perampokan atau tidak.
"Belum, belum tahu (perampokan atau tidak). Tapi ada unsur penganiayaan," kata Kapolsek.
(alg/ndr)











































