Warga NAD dan Sumut Diminta Waspadai Gempa Susulan
Senin, 27 Des 2004 16:35 WIB
Jakarta - Kepala Balitbang ESDM Wimpy S Tjetjep meminta masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa dan tsunami susulan dalam waktu dua pekan ini.Demikian disampaikan Kepala Balitbang ESDM Wimpy S Tjetjep di kantor ESDM, Jakarta, Senin (27/12/2004).Wimpy meminta warga yang berada di pesisir pantai tidak menempati rumah mereka yang telah ditinggalkan. Warga diminta tetap berada di tempat pengungsian.Menurut Wimpy, pihaknya akan mengirim tim terpadu terdiri dari orang-orang ahli yang akan melakukan identifikasi dan penyelidikan terjadinya kerawanan gempa susulan."Tim tersebut terdiri dari ahli gempa dari ESDM, yang juga membawa peralatan sesmograf. Tim akan bekerjasama dengan satkorlap di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten. Tim juga melakukan penyelidikan dan identifikasi tingkat kerusakan serta melakukan monitoring dan evaluasi tingkat kerawanan gempa," papar dia. Lebih lanjut, Wimpy meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai isu yang tidak benar. Masyarakat harus lebih percaya pada info yang datang dari satkorlap.Dalam kesempatan itu, Wimpy menjelaskan wilayah NAD dan Sumatera Utara memang berada di wilayah dangkal yang menjadi zona tsunami karena berada di antara lempengan Samudera Hindia Australia dan lempengan Benua Asia.Gempa bumi yang menghadirkan gelombang tsunami terjadi di wilayah NAD sebanyak 6 kali gempa bumi. Gelombang tsunami tidak hanya terjadi di RI tetapi juga Sri Lanka dan Thailand.
(aan/)











































