"Kami sebagai anak muda sudah gerah dengan black campaign yang tambah banyak saja bertebaran di social media, enggak kreatif banget," Ujar Vino, salah satu pendiri Jakcom dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/7/2014).
Ia mengatakan dalam memerangi serangan black campaign terhadap pasangan Jokowi-JK. Dirinya menyiapkan kampanye kreatif dengan flashmob blusukan ala Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melihat serangan black campaign itu telah membawa agama, etnis hingga fisik. Serangan itu dibawah untuk menjatuhkan satu sama lain. Sebagai anak muda ia menantang pihak tim Prabowo-Hatta untuk kreatif dalam kampanye unik. Sebagai pemilih muda, ia mengajak anak muda lain tidak asal mendukung.
"Agama, etnis bahkan fisik dijadikan senjata untuk menjatuhkan satu sama lain. Bahkan orang yang sudah meninggal pun masih dibawa-bawa. Kita tidak memilih pemimpin yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan," imbuhnya.
Flash mob sendiri adalah kegiatan yang memerlukan banyak orang, yang berkumpul secara tiba-tiba di tempat umum untuk melakukan hal-hal yang unik dan tidak biasa seperti menari dan lain=lain. Kegiatan itu dilakukan dalam hitungan 10 menit dan langsung bubar dengan cepat.
(edo/rvk)











































