โKita akan ngomong itu setelah lihat Pilpres. Setelah itu kita baru ngomong masalah partai. Kemungkinan sanksi ada tahapan ya. Sanksi Pemecatan memang kalau sanksi itu tergantung beratnya. Bisa saja itu,โ kata Max di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (4/7/204).
Max menambahkan partainya punya aturan jelas terkait arahan visi misi partai. Dia menepis anggapan kalau Partai Demokrat otoriter dan tidak demokratis dalam pilihan setiap kadernya. Setiap ada persoalan internal di partainya, menurut Max perlu dibicarakan secara solid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul secara terbuka mengalihkan dukungannya untuk pasangan nomor satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Juru Bicara Partai Demokrat itu mengaku mendukung Jokowi karena Gubernur DKI non aktif itu dinilai terbuka dengan kritikan. Selain itu, pilihan ini menyesuaikan kondisi hati dari si Poltak.
"Kata hatiku jelas saat ini mendukung Jokoi-JK. Tidak bisa berpaling saya. Hidup nomor dua," sebut Ruhut di Jakarta, belum lama ini.
(hat/rvk)











































