Menurut dia, hubungan antara Prabowo dengan Titiek tidak ada masalah. Kivlan pun sesumbar kalau sebenarnya Prabowo serta Titik belum berpisah.
“Sebenrnya tidak ada rujuk dan tidak rujuk karena sebenarnya mereka belum pisah. Dulu kan itu karena terpaksa situasi politik itu pisah karena tekanan politik,” ujar Kivlan di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (4/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iya ini enggak ada apa-apanya kok. Akur sekarang, wong mereka sekarang sudah cipika cipiki. Duduk kan dekat,” kata mantan Kepala Staf Kostrad ABRI itu.
Dia pun membantah anggapan kalau keharmonisan Prabowo serta Titiek sengaja diumbar sebagai senjata menuju Pemilu Presiden. Kekurangan Prabowo yaitu tiadanya sosok ibu negara bisa diatasi kalau misalkan Titiek kembali rujuk juga ditepisnya.
“Enggak ada pentingnya, wong enggak ada masalah. Media aja berlebihan buat headline berita. Ini kan untuk didengar tapi jangan dimasukin dalam`hati. Mereka berdua aman-aman saja,” sebut lulusan Akademi militer 1971 itu.
Lantas, ditanya isu kalau semalam Prabowo menemui Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas khusus sengaja untuk meminta Ketua Umum Partai Demokrat itu menjadi wali nikah, Kivlan hanya tertawa dan melontarkan jawaban candaan. Menurut dia, isu spekulasi yang beredar terlalu jauh.
“Hahaha. Coba cek aja. Itu ada di TV situ. Mangke wae. Kata orang sunda mangke wae. Apa perlu pake apa, pakai wali, wali segala. Orang yang namanya pisah ranjang itu dalam islam kalau talak satu itu enggak perlu pakai wali lagi. Enggak perlu dinikahin lagi. Kalau talak dua kita boleh rujuk lagi. Kalau talak tiga kita harus kawin dulu sama orang lain dulu. Baru kita kawin lagi,” ujarnya.
(hat/rvk)











































