Awalnya Anies memaparkan jika negara otoriter dibangun dari rasa takut rakyat kepada pemimpinnya. Dan Indonesia sudah pernah merasakan hal itu.
"Di negeri yang demokratis pilarnya adalah trust. Tapi trust-nya ini tidak akan belajar jika tidak ada orang yang bisa kita percayai," kata Anies dalam acara diskusi anak muda bertemakan 'Peduli Pemimpin' yang diadakan Sahabat Muda Jokowi-JK dan Gerak Cepat, di The Hall, Senayan City, Jakarta, Jumat (4/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies kemudian menceritakan, ketika peresmian Bendungan Asahan oleh Bung Hatta, seluruh warga di lingkungan Iman ingin menonton. Sebab mereka ingin melihat langsung sosok pemimpinnya.
"Semua masyarakat langsung ke sana. Mereka semua ingin melihat wajah Bung Hatta, jadi Bung Hatta pidato. Pidatonya itu datar, tapi very substansial. Bung Hatta bicara Indonesia ke depan untuk membangun memerlukan banyak listrik, dan kita harus banyak membangun seperti bendungan Asahan," kisah Anies
Kemudian, Anies melanjutkan kisahnya. Dia menyebut dalam pidato Bung Hatta jika Indonesia memerlukan banyak insinyur listrik. "Mendengar itu, semua anak pulang ingin jadi insinyur listrik," kata Anies.
"Di situ kita memerlukan pemimpin bersih, bahwa dia dipercaya oleh rakyatnya. Di situ kekuatan Jokowi, di situ kekuatan pemimpin," tandasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
(dha/rvk)











































