"Diharapkan masyarakat memilih dengan jernih tanpa terpengaruh politik uang, intimidasi, dan tanpa terpengaruh kekerasan. Ini harapan kita (Polri)," kata Sutarman, dalam dialog bertajuk 'Kemerdekaan Pers dalam Kaitannya dengan Pemilihan Presiden' di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (4/6/2014). Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga hadir sebagai pembicara dalam acara itu.
Kata Sutarman, masyarakat harus ikut mengawal jalannya pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 9 Juli nanti. Ia pun memberikan tips jitu untuk meminimalisir kecurangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Surat suara akan didorong ke TPS, pendorongan ini harus kita ikuti jangan sampai terjadi penggelembungan suara, perubahan suara pada perjalanan sampai penghitungan di TPS nanti," sambung Sutarman. Ia pun berpesan agar masyarakat mengawasi secara jujur dan tidak berpihak.
"Kita sama-sama menjaga, pemilu harus aman, lancar, tertib, demokratis, dan yang terpenting harus juga berkualitas. Rakyat harus benar-benar menggunakan hak suara tanpa terpengaruh apapun," tandas Sutarman.
(bar/rvk)










































