Banda Aceh Lumpuh, Warga Sibuk Mencari Keluarganya

Banda Aceh Lumpuh, Warga Sibuk Mencari Keluarganya

- detikNews
Senin, 27 Des 2004 15:41 WIB
Jakarta - Situasi di Banda Aceh, ibukota Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), benar-benar memprihatinkan. Aktivitas kota lumpuh. Warga Banda Aceh masih sibuk mencari para keluarganya. Mayat-mayat masih berada di pinggir jalan, masih belum sempat terevakuasi. Jenazah-jenazah itu dijajarkan di pinggir jalan. Dari anak-anak sampai orang-orang tua. Para warga sambil histeris mencari-cari keluarganya di antara para jenazah itu. Sementara mobil ambulans dan truk TNI masih bolak-balik mengevakuasi jenazah dari jalan-jalan di kota yang dikenal Serambi Mekkah itu. Seorang warga Banda Aceh, bernama Risman, mengaku sampai sekarang belum menemukan anggota keluarganya. "Saya sudah mencari ke mana-mana, tapi sampai sekarang belum ketemu," kata Risman sedih saat dihubungi pukul 15.00 WIB, Senin (27/12/2004). Saat musibah terjadi Minggu (26/12/2004) kemarin, dirinya tidak berada di Bana Aceh karena sedang bekerja di luar kota. "Saya datang ke sini tadi pagi bersama teman saya. Saya langsung mencari istri dan anak saya, tapi sekarang belum ketemu. Teman saya malah sudah menemukan dua anaknya dalam keadaan meninggal," ungkap Risman. Menurut Risman, pencarian anggota keluarga tidak hanya dilakukan dirinya. "Di sini banyak warga yang mencari anggota keluarganya. Dari pagi sampai sekarang," kata dia. Pencarian anggota keluarga yang hilang memang sangat sulit. Pasalnya, bencana gempa dan gelombang Tsunami itu mengakibatkan banyak warga Banda Aceh yang tergulung ombak sampai berkilo-kilo meter. Ini juga yang menyulitkan identifikasi para korban. Risman menjelaskan, warga di Banda Aceh masih panik luar biasa. Selain belum menemukan para anggota keluarganya, warga juga mengkhawatirkan kesediaan makanan di Banda Aceh. "Sekarang di sini yang sulit adalah makanan. Ketersediaan makanan benar-benar habis," kata dia. Selain itu, listrik dan telekomunikasi juga masih belum berfungsi. Sementara kota Banda Aceh tampak porak-poranda. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan, korban tewas paling banyak justru terjadi di Banda Aceh, sekitar 3.000 orang. Pemda Banda Aceh sendiri sudah menyiapkan lahan untuk penguburan massal para korban. (asy/)


Berita Terkait