Auto Debet Retribusi Rp 4 Ribu Sehari, Semua PKL Wajib Punya Rekening

Auto Debet Retribusi Rp 4 Ribu Sehari, Semua PKL Wajib Punya Rekening

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2014 20:55 WIB
Jakarta - Pemprov DKI akan segera menerapkan sistem autodebet harian untuk mengutip retribusi dari para pedagang kaki lima sebesar Rp 4 ribu. Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berujar, jumlah retribusi itu sama dengan yang berlaku saat ini di pasar lokasi binaan (lokbin).

Sistem ini dilakukan untuk menata para PKL di Jakarta sekaligus untuk membuat aliran retribusi masuk ke kas daerah. Untuk tahap ujicoba, sistem autodebet dilakukan di 10 lokasi, namun ke depan akan diterapkan di seluruh PKL termasuk yang ada di trotoar dan taman-taman.

"Mereka protes, kalau enggak berdagang nanti gimana cara potongnya? Ya aku enggak mau tau, kamu kalau mau dagang sini harus hitung 365 hari, dagang enggak dagang ya Rp 4 ribu sehari. Lu bayar preman lebih mahal Rp 20 ribu, nah kalau gue Rp 4 ribu tapi semua pakai bank DKI. Begitu di debet dua kali nggak ada duit, bank kan laporan dan kita minta Satpol PP turun," kata Ahok di Balai Kota, Jumat (4/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide tersebut dilakukan Ahok karena selama ini PKL yang ditertibkan umumnya pasti balik lagi berjualan di lokasi yang dilarang. Karena itu PKL yang ada akan lebih baik kalau ditata saja, termasuk memberikan KTP bagi PKL yang sudah lama tinggal di Jakarta.

"Sekarang dengan debet DKI ini kita bisa ngontrol, kita akan berikan kartu tanda PKL, yang sekaligus untuk transaksi keuangan yakni retribusi," ujarnya.

Untuk ujicoba selama enam bulan ke depan ada sekitar 2 ribu PKL yang dilibatkan di 10 lokasi, yakni di lokasi binaan (Lokbin) Palmerah, Permai Jakarta Utara, Meruya Ilir, Bintaro, Kampung Makasar serta di Lokasi sementara (Loksem) Jalan Surabaya, Taman Puring, Jalan lapangan Tembak, Tegal Alur, dan Pasar Plumpang.

Dengan program itu, semua PKL diharuskan punya nomor rekening. Pemprov akan kerjasama dengan Bank DKI. Jika diauto debet selama dua kali dan tidak ada uang di rekeningnya bagaimana Pak? β€œKita usir,” tegas Ahok.

(ros/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads