Kata Moeldoko, dirinya telah memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk membantu mengamankan pelaksanaan Pilpres 2014. Institusinya itu juga diberi wewenang untuk menindak bila ada kecurangan.
"Kami akan membantu kepolisian, Bawaslu dan petugas panitia pengawas agar memperkecil kecurangan-kecurangan itu. Dengan mata telanjang kita lihat ada yang melakukan tidak beres, kita akan melakukan langkah-langkah prefentif," kata Moeldoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan kalau perlu ditangkap, ya ditangkap apabila ada kecurangan-kecurangan. Karena di situlah sumber kecurangan itu yang akan menjadi persoalan. Tangkap serahkan ke kepolisian, Bawaslu atau petugas-petugas yang lain. Kami selaku warga negara harus ikut berperan agar kehadiran kami memiliki manfaat," sambung Moeldoko.
Moeldoko mengatakan, dalam menjalankan tugas operasi pengamanan Pilpres 2014, TNI memiliki tema besar Netral, tegas dan profesional. Dalam konteks politik, ia mengingatkan agar jangan ada satu pun anggota TNI yang melanggar netralitas.
"Dalam konteks politik, betul-betul TNI tidak bolehh bermain-main. Kalau main-main, berhadapan dengan Panglima TNI, itu pasti. Tegas itu," ucap Moeldoko.
Ditambahkan Moeldoko, dalam menjalankan tugas pengamanan Pilpres 2014 TNI tidak pandang bulu. Ia mengingatkan seluruh personel TNI agar tidak ragu-ragu dalam menjalankan tugas.
"Kalau salah, siapapun harus melakukan tindakan semestinya. Berikutnya tegas. Kalian (TNI) dalam menjalan tugas tidak boleh ragu-ragu. Panglima akan bertanggung jawab terhadap apa yang kalian lakukan. Tetapi juga semuanya dijalankan secara terukur dengan baik. Untuk itulah harus profesional," imbuhnya.
(bar/rvk)











































