Bicara Netralitas TNI, Moeldoko: Yang Main-main Berhadapan dengan Saya

Bicara Netralitas TNI, Moeldoko: Yang Main-main Berhadapan dengan Saya

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2014 20:26 WIB
Bicara Netralitas TNI, Moeldoko: Yang Main-main Berhadapan dengan Saya
Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko menjamin TNI netral dalam Pilpres 2014. Jika ada oknum yang melanggar, akan berhadapan langsung dengan dirinya.

Kata Moeldoko, dirinya telah memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk membantu mengamankan pelaksanaan Pilpres 2014. Institusinya itu juga diberi wewenang untuk menindak bila ada kecurangan.

"Kami akan membantu kepolisian, Bawaslu dan petugas panitia pengawas agar memperkecil kecurangan-kecurangan itu. Dengan mata telanjang kita lihat ada yang melakukan tidak beres, kita akan melakukan langkah-langkah prefentif," kata Moeldoko.

Hal tersebut diungkapkan Moeldoko dalam dialog bertajuk 'Kemerdekaan Pers dalam Kaitannya dengan Pemilihan Presiden' yang dilaksanakan di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (4/6/2014). Kapolri Jenderal Sutarman juga hadir sebagai pembicara dalam acara itu.

"Bahkan kalau perlu ditangkap, ya ditangkap apabila ada kecurangan-kecurangan. Karena di situlah sumber kecurangan itu yang akan menjadi persoalan. Tangkap serahkan ke kepolisian, Bawaslu atau petugas-petugas yang lain. Kami selaku warga negara harus ikut berperan agar kehadiran kami memiliki manfaat," sambung Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, dalam menjalankan tugas operasi pengamanan Pilpres 2014, TNI memiliki tema besar Netral, tegas dan profesional. Dalam konteks politik, ia mengingatkan agar jangan ada satu pun anggota TNI yang melanggar netralitas.

"Dalam konteks politik, betul-betul TNI tidak bolehh bermain-main. Kalau main-main, berhadapan dengan Panglima TNI, itu pasti. Tegas itu," ucap Moeldoko.

Ditambahkan Moeldoko, dalam menjalankan tugas pengamanan Pilpres 2014 TNI tidak pandang bulu. Ia mengingatkan seluruh personel TNI agar tidak ragu-ragu dalam menjalankan tugas.

"Kalau salah, siapapun harus melakukan tindakan semestinya. Berikutnya tegas. Kalian (TNI) dalam menjalan tugas tidak boleh ragu-ragu. Panglima akan bertanggung jawab terhadap apa yang kalian lakukan. Tetapi juga semuanya dijalankan secara terukur dengan baik. Untuk itulah harus profesional," imbuhnya.

(bar/rvk)


Berita Terkait