Video Hermawan Sulistyo yang mengungkap kenapa SBY tak blak-blakan mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2014 mencuat di Youtube. Hermawan membenarkan video itu dan mengaku sudah mendengar cerita tentang Prabowo gebuki SBY dari saksi sejak lama.
"Saya mendengar dari saksi. Sudah lama, tentara semua tahu," kata Hermawan saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/7/2014).
Cerita tersebut ia ungkapkan dalam rangka membahas mengapa SBY tak terang-terangan mendukung Prabowo meskipun PD sudah merapat ke koalisi merah putih. Hermawan menuturkan bahwa kebenaran cerita tersebut bisa dipastikan ke rekan-rekan Prabowo di Akmil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video tersebut direkam pada tanggal 3 Juli 2014 pada acara diskusi yang diselenggarakan oleh Imparsial. Pihak yang mengatasnamakan Jakartanicus mengunggah video tersebut pada hari yang sama di Youtube.
Video ini pun terus menuai komentar pro dan kontra di Youtube. Dalam video tersebut, Hermawan mengungkap banyak hal, mulai dari fakta-fakta temuan Tim Investigasi Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 yang dipimpinnya.
Setelah berkisah tentang fakta kerusuhan Mei 1998 dan penculikan sampai soal pembentukan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Hermawan pun menyinggung Pilpres 2014. Menurutnya, SBY tidak terang-terangan mendukung Prabowo di Pilpres karena gengsi akibat Prabowo menggebuki SBY saat di Akmil.
(imk/van)










































